News

Menko PMK Masih Kaji Usulan Relokasi Ribuan KK Korban Puting Beliung di Kupang

Pemerintah Pusat (Pempus) sedang mengkalim sedang mengkaji usulan Pemkab Kupang untuk merekokasi 1.058 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana angin puting beliung awal April lalu.


Menko PMK Masih Kaji Usulan Relokasi Ribuan KK Korban Puting Beliung di Kupang
Menko PMK Muhadjir Effendy saat melihat langsung sisa-sisa kerusakan akibat angin puting beliung di Kabupaten Kupang. (Istimewa)

AKURAT.CO  Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy masih mengkaji usulan Pemkab Kupang untuk merekokasi 1.058 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana angin puting beliung awal April lalu. 

Muhadjir mengatakan saat ini, Pemkab Kupang, NTT telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan. Status tersebut berlaku 180 hari sejak 28 April sampai 24 Oktober 2021.

Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau langsung lokasi bencana di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT. Dia mengatakan, kondisi bekas lokasi bencana itu masih berserakan. Puing-puing dan sisa-sisa kehancuran akibat angin puting beliung masih terhampar tak terurus. 

"Ini masih ada pilihan apakah mereka tetap tinggal di sini sambil memperbaiki aliran Sungai Pukdale atau direlokasi. Nanti akan kita konsultasikan kepada Pak Menteri PUPR. Kalau pun nanti direlokasi, lahan yang di sini tetap akan menjadi hak milik mereka dan bisa dimanfaatkan untuk perkebunan," kata Muhadjir, Selasa (4/5/2021). 

Dia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah khususnya di Kabupaten Kupang telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan. Status tersebut berlaku 180 hari sejak 28 April sampai 24 Oktober 2021.

"Sekarang sedang memasuki masa transisi rehabilitasi dan mudah-mudahan dalam waktu yang singkat nanti bisa terselesaikan. (Masa transisi) enam bulan, tapi kita upayakan sebelum enam bulan sudah tuntas," kata Muhadjir.

Muhadjir menyebutkan tidak ada hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Tetapi, pemerintah tetap menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp500 ribu per-KK selama tiga bulan untuk kebutuhan pokok selama tinggal bersama sanak keluarga.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Kupang Korinus Masneno menyampaikan pihaknya sudah mengusulkan sebanyak 1.058 KK untuk direlokasi di 7 lokasi. salah Satunya di Desa Pukdale.