Ekonomi

Kemenko Perekonomian Sebut BI Tak Perlu Naikan Suku Bunga, Apa Alasannya?

Kemenko Perekonomian Sebut BI Tak Perlu Naikan Suku Bunga, Apa Alasannya?
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir (Akurat.co/leofarhan)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) tidak perlu menaikan suku bunganya dalam waktu dekat.

Menurutnya, inflasi inti (core inflation) saat ini masih rendah di 2,86 persen year on year (yoy) pada bulan lalu, sehingga menurutnya inflasi inti tetap rendah meskipun inflasi itu sendiri sudah mendekati 5 persen.

Airlangga juga mengatakan bahwa Indonesia sendiri masih dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19, sehingga belum perlu menaikkan suku bunga.

baca juga:

"Jadi kami harap tidak perlu buru-buru (menaikkan bunga)," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta pada Jumat (5/8/2022).

Ditempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir memandang bahwa BI perlu hati-hati melihat kondisi inflasi terkini sebelum mengerek bunga.

Soalnya, kenaikan suku bunga disiapkan sebagai senjata untuk merespon kenaikan inflasi yang berasal dari sisi permintaan. 

Adapun inflasi secara keseluruhan yang terjadi saat ini lebih disebabkan dari sisi supply, terlihat dari inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) yang sudah melampaui 11 persen.

"Betul bahwa volatile food naik sudah 11 persen, tapi kan itu karena musim tanam terganggu cuaca, kemarin banyak hujan. Seperti kenaikan harga tomat, bawang merah cabe merah, cabe rawit. Masa yang begitu juga direspons (dengan kenaikan suku bunga), ya enggak pas lah," kata Iskandar.

Iskandar memandang bahwa kenaikan suku bunga di kondisi seperti justru tidak akan efektif ketika inflasi inti memang masih rendah. Menurut dia, kenaikan inflasi saat ini menjadi bagian pemerintah untuk menangani gangguan dari sisi supply, sementara BI bersiap jika terjadi kenaikan inflasi dari sisi permintaan.