News

Menko Mahfud Minta Polri Kawal Kasus Brigadir J Hingga ke Pengadilan 

Menko Mahfud mengapresiasi (Polri)yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap anggota polisi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Menko Mahfud Minta Polri Kawal Kasus Brigadir J Hingga ke Pengadilan 
Menko Mahfud Md (Dokumen Polhuksm)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam konfrensi Persnya mengapresiasi pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap anggota polisi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

"Malam ini Kapolri berhasil mengungkap dimana FS dalam kasus Brigadir J menskenario dan memerintahkan pembunuhan mungkin berencana karena sangkaannya itu Pasal 430, 338 dan Pasal 55 dan Pasal 221, 233 itu tentang menghalang-halangi proses penegakan hukum," kata Menko Mahfud dalam konferensi persnya, Selasa malam (9/8/2022). 

Menko Mahfud memaparkan dengan ditemukannya pelaku utama pembunuhan Brigadir J yaitu mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo berarti Kapolri diibaratkan sudah berhasil mengungkap kasus tersebut. Karena itu pemerintah meminta Polri dan berbagai pihak untuk siap mengawal agar kasus pembunuhan Brigadir J itu dibuka secara terang benderang. 

baca juga:

"Sikap pemerintah terhadap kerja Polri bersama timsusnya yang berhasil 'mengeluarkan bayi dari operasi cesar dan melonggarkan kontraksi yang tersisa termasuk mengeluarkan darah kotor yang masih tersisa'," kata Mahfud. 

Lebih lanjut, Menko Mahfud mengatakan pemerintah meminta kasus Brigadir J dibuka tanpa pandang bulu. Hal ini dilakukan untuk membangun babak baru untuk polisi yang bersih dan transparan menjadi pengayom masyarakat. 

"Setiap suara dan aspirasi yang muncul dari media, pakar, akedemisi dan sebagainya direspon polri dan transparansi bisa dilihat dan berkeadilan tanpa pandang bulu. Jenderal, kopral atau apapun sebagainya tetap ditindak secara profesional. Pemerintah melalui Kemenko Polhukam akan terus mengawal kasus ini hingga P21 dan dibawa ke pengadilan," tambah mantan ketua MK itu.  []