Ekonomi

Menko Luhut Klaim Tidak Ada Jebakan Utang Proyek Kereta Cepat China

Menko Luhut: Wong saya yang nangani kok. Hidden debt kalau dibilang G to G, ini tidak ada. Itu B to B.


Menko Luhut Klaim Tidak Ada Jebakan Utang Proyek Kereta Cepat China
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai dilantik sebagai anggota Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10) lalu. (Dokumentasi: Istimewa/Setkab)

AKURAT.CO, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim tidak ada jebakan hutang, atau hidden debt pada proyek China terutama untuk proyek kereta cepat.

Luhut mengatakan proyek tersebut didanai oleh pinjaman yang dilakukan dengan cara business to business alias antar perusahaan bukan antar pemerintah.

Oleh karena itu proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan kebutuhan produktif, dan tidak membebankan negara.

baca juga:

"Itu adalah utang produktif. Ada yang bilang hidden debt. Itu yang bilang hidden debt saya text, kau datang kemari tunjukin hidden debt-nya di mana. Wong saya yang nangani kok. Hidden debt kalau dibilang G to G, ini tidak ada. Itu B to B," ungkap Luhut dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang disiarkan virtual melalui YouTube, Rabu (25/5/2022).

Ia mengatakan memang terjadi overrun cost, hingga tertunda. Namun demikian sudah teratasi dan  berapa bulan pembangunnya kereta api cepat Jakarta Bandung, itu akan dimulai dan bulan November tahun ini akan dilakukan test.

"Tertunda berapa bulan pembangunnya kereta api cepat Jakarta Bandung, itu akan dimulai dan make test bulan November tahun ini," jelas Luhut," katanya.

Seperti diketahui, laporan lembaga riset AidData berjudul 'Banking on the Belt and Road: Insight from a new global dataset of 13,427 Chinese Development Projects', mengungkapkan bahwa terjadi hidden debt di berbagai negara melalui pinjaman yang disalurkan China lewat  pembangunan jalur sutera melalui Belt and Road Intiative (BRI).

Indonesia salah satu negara yang juga terlibat dalam inisiatif pembangunan jalur sutera melalui Belt and Road Intiative (BRI).

Seperti diketahui  PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menggunakan tambahan penyertaan modal negara (PMN) dari APBN 2021 sebesar Rp6,9 triliun untuk melanjutkan pembangunan proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.