News

Menko Airlangga Panggil Anies Baswedan Gegara COVID-19 Meroket Lagi  

Kasus COVID-19 di Jakarta meroket setelah Idul Fitri 1442 H


Menko Airlangga Panggil Anies Baswedan Gegara COVID-19 Meroket Lagi  
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menggelar rapat penanganan COVID-19 di Jakarta yang kembali meroket beberapa hari belakangan ini, imbas libur panjang Lebaran  2021.

Pertemuan itu bakal digelar pada Senin (14/6/2021) malam nanti, namun Anies masih belum membeberkan materi yang bakal dibicarakan dalam rapat tersebut secara rinci. Tetapi yang jelas pertemuan itu bakal membicarakan kebijakan yang mesti ditempuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi lonjakan corona sekarang ini.

"Nanti malam akan ada rakor dipimpin oleh bapak Menko Perekonomian nanti kita akan bahas bersama nanti malam," kata Anies ketika ditemui di Gedung PMI DKI  Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat Senin (1/6/2021).

Anies Baswedan sebenarnya sudah ancang-ancang menginjak rem darurat atau memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala  Besar (PSBB) ketat untuk menekan lonjakan COVID-19 di Ibu Kota.

Rem darurat pernah diberlakukan Anies Baswedan pada 2020 lulu ketika ledakan COVID-19, kebijakan itu memang manjur menekan kenaikan kasus karena sebagian besar kegiatan di  Jakarta berhenti total, semua bekerja dari rumah kecuali  bagai pekerja di bidang esensial.

"Nanti akan kita bahas," ucapnya.

Lantaran baru dalam perencanaan pembahasan, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga tak bersedia menjelaskan waktu yang  pas untuk kembali menginjak rem darurat di DKI.

"Belum tahu,"singkatnya.

Anies tidak menampik jika kasus wabah mematikan ini kembali meroket setelah Idul Fitri padahal dirinya sudah membuat sejumlah peraturan untuk menekan lonjakan kasus sebelum Lebaran, seperti melarang mudik, melarang silaturahmi tatap muka hingga melarang ziarah kubur.

Anies mengatakan, jika gagal mengantisipasi lonjakan kali ini,  maka Jakarta bakal masuk dalam kondisi gawat corona. Kondisi bisa jauh lebih parah dari ledakan kasus yang pernah terjadi pada akhir 2020 lalu

"Kita semua harus sadar, Ibu Kota dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting. Jika fase itu terjadi maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu. Kita inginkan peristiwa itu tak berulang," tuturnya

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jakarta ini mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 di Jakarta dalam sepekan  terakhir ini bahkan mencapai 50 persen,  kondisi ini kata dia menjadi peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Dalam beberapa hari ini kita saksikan pertambahan kasus COVID-19 dengan lonjakan amat tinggi, data menunjukan bahwa dalam sepekan terakhir kasus aktif di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2021 adalah 11.500, dan pada hari ini jadi 17.400. dalam sepekan telah terjadi peningkatan 50 persen,” tuturnya.[]