Ekonomi

Menko Airlangga Klaim Indonesia Aman dari Krisis Pangan Global

Menurut Airlangga, ketersediaan pangan sampai bulan Juli sendiri masih relatif aman, baik dari segi pasokan maupun dari segi kestabilitan harga.


Menko Airlangga Klaim Indonesia Aman dari Krisis Pangan Global
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Menteri Kooridinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan menyiapkan sejumlah langkah strategis demi mengantisipasi krisis pangan global yang saat ini sudah di depan mata.

Menurut Airlangga, ketersediaan pangan sampai bulan Juli sendiri masih relatif aman, baik dari segi pasokan maupun dari segi kestabilitan harga.

“Rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden terkait dengan ketersediaan pangan strategis, yang sampai bulan Juli ini relatif aman, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang Kebijakan Pangan.

baca juga:

Rakortas tersebut dihadiri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Kepala BNPB, Dirut Bulog, serta sejumlah pimpinan kementerian/lembaga membahas kondisi terkini terkait dengan situasi pangan nasional dan antisipasi krisis global di bidang pangan, serta berbagai upaya yang akan dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Mengutip dari Antara, Indonesia sendiri saat ini masih memiliki ketersediaan pangan yang memadai hingga akhir tahun 2024. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras.

Dalam Rakortas tersebut juga membahas mengenai rencana pemerintah untuk segera melakukan ekspor beras sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi.

“Berdasarkan data dan neraca yang dipaparkan pada rapat internal dengan Bapak Presiden, stok per Desember 2021 adalah 7 juta ton dan stok Bulog lebih dari 1 juta ton, artinya kalau ekspor 200.000 ribu ton masih aman,” ujar Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga beserta para menteri, Dirut Bulog, dan Kemendag juga membahas tentang aspek regulasi, aturan, perizinan dan kesiapan untuk pelaksanaan proses ekspor beras yang akan segera dilakukan.

Selain itu, juga dilakukan pembahasan mengenai bantuan beras Bulog tahun 2022 untuk 19,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan revisi regulasi Perpres 48 Tahun 2016 untuk penguatan penugasan Bulog.

Sumber: Antara