Ekonomi

Menko Airlangga: Keterlibatan Insinyur Diperlukan Demi Pemulihan Ekonomi

Menko Airlangga menilai keterlibatan insinyur diperlukan untuk meningkatkan sistem kesehatan nasional guna mendukung momentum pemulihan ekonomi.


Menko Airlangga: Keterlibatan Insinyur Diperlukan Demi Pemulihan Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan keterlibatan insinyur Indonesia diperlukan untuk mendukung momentum pemulihan ekonomi (Humas Kemenko Bidang Perekonomian )

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa keterlibatan insinyur Indonesia diperlukan untuk meningkatkan sistem kesehatan nasional melalui riset dan inovasi guna mendukung momentum pemulihan ekonomi.

“Para insinyur Indonesia dapat mengambil peran krusial sebagai inovator dan mendorong berbagai kegiatan berbasis pada riset dan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan sistem kesehatan nasional," kata Menko Airlangga dalam keterangan resminya, Sabtu (25/9/2021).

Menko Airlangga menilai Indonesia harus siap hidup berdampingan dengan COVID-19, sehingga riset dan inovasi dapat membawa Indonesia keluar dari situasi pandemi ke arah endemi.

Ia menyebutkan bahwa sejak awal pandemi, terdapat sekitar 69 inovasi dan produk alat kesehatan hasil kreativitas anak bangsa, misalnya Rapid Diagnostic Test Kit (RDT Kit), PCR Test Kit, masker hibrida dengan efisiensi filtrasi setara masker N95, ventilator, dan berbagai produk lain yang merupakan buah sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi.

Menurut Airlangga, berdasarkan pengalaman penanganan pandemi COVID-19 selama hampir dua tahun, riset dan inovasi dalam negeri di sektor farmasi dan kesehatan perlu didorong sehingga alat kesehatan, obat-obat terapeutik, dan vaksin dapat diproduksi di dalam negeri.

"Karena ini adalah penentu penanganan pandemi COVID-19, di samping itu juga dana yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat memberi multiplier effect terhadap tumbuhnya industri kesehatan di Indonesia,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga menyebut pemerintah juga telah menggandeng beberapa lembaga penelitian dan perusahaan farmasi di dalam dan di luar negeri untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin lokal yang tentunya tidak hanya memenuhi kebutuhan warga Indonesia, tetapi juga dengan tujuan agar Indonesia dapat menjadi basis pengembangan untuk pasar global atau minimal pasar regional.

Namun mengingat masih minimnya jumlah insinyur Indonesia yang termasuk rendah dibanding negara-negara ASEAN yakni 2.671 insinyur untuk per 1 juta penduduk, pemerintah mendorong peran organisasi profesi untuk terus berperan aktif di tengah masyarakat.

Hal itu dalam rangka memasyarakatkan profesi insinyur dalam berbagai sektor pembangunan, dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme untuk mendukung kebanggaan nasional terhadap inovasi dan produk dalam negeri.