Ekonomi

Menko Airlangga Harap PMI di Angka Psikologis, Sektor Ini Perlu Dibenahi!

industri pengolahan tumbuh sebesar 3,68 persen (yoy) dengan kontribusi sebesar 19,15 persen


Menko Airlangga Harap PMI di Angka Psikologis, Sektor Ini Perlu Dibenahi!
Menko Airlangga Hartarto (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh sebesar 3,68 persen (yoy) dengan kontribusi sebesar 19,15 persen. Utilisasi industri pengolahan non migas pun terus mengalami peningkatan, yakni pada Oktober 2021 mencapai rata-rata 66,90 persen, dan diharapkan terus meningkat menuju utilisasi sebelum pandemi terjadi yaitu 76,30 persen.

Beberapa sektor yang telah menunjukkan peningkatan utilisasi adalah sektor industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, logam dasar, serta komputer dan barang elektronik.

“Purchasing Manager Index Manufaktur Indonesia juga kembali mengalami ekspansi ke level 53,9 pada November 2021, meskipun mengalami kontraksi jika dibandingkan Oktober 2021. Diharapkan ke depannya, PMI dapat terus berada di atas angka psikologis (>50), karena semakin menurunnya angka kasus Covid-19 di Indonesia dan pelonggaran PPKM,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara “Penganugerahan Indi 4.0 Award Tahun 2021 dan Conference Industry 4.0", secara virtual di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Menko Airlangga menjelaskan, Making Indonesia 4.0 merupakan program Pemerintah dalam menyiapkan Indonesia untuk menghadapi era industri digital 4.0 yang difokuskan pada 7 sektor industri yakni makanan-minuman, tekstil, otomotif, kimia, elektronik, alat kesehatan dan farmasi yang menyumbang 70 persen PDB industri, 65 persen ekspor industri, dan 60 persen tenaga kerja industri Indonesia.

Di sisi lain, masih perlu dilakukan pembenahan sektor industri nasional untuk 5 aspek teknologi yang sebenarnya merupakan kunci sukses Making Indonesia 4.0. Kelima aspek tersebut adalah Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

“Selain itu, kita juga harus mendorong industri semi-konduktor ada di Indonesia, sebab hampir semua industri digital memerlukan hal ini. Kemudian, industri farmasi juga merupakan sektor penting dalam Making Indonesia 4.0, dan di sini perlu dilakukan deregulasi, sehingga menimbulkan kesempatan yang sama antara BUMN dan swasta,” ungkap Menko Airlangga.

Salah satu program Pemerintah dalam mendukung implementasi Making Indonesia 4.0 adalah dengan melakukan asesmen dan awarding Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Dengan demikian, INDI 4.0 menjadi standar acuan untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke era industri 4.0.[]