Ekonomi

Menko Airlangga Dukung Pengembangan Inkubasi Bisnis Kelapa Sawit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pengembangan kemitraan inkubasi bisnis kelapa sawit


Menko Airlangga Dukung Pengembangan Inkubasi Bisnis Kelapa Sawit
Pekerja menyusun tandan buah segar (TBS) kelapa sawit  di kawasan Candali, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/9/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pengembangan kemitraan inkubasi bisnis kelapa sawit agar semakin berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Saya berharap BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) terus mendukung kemitraan semacam ini dan bisa memfasilitasi agar kebun masyarakat bisa semakin baik dan kelapa sawit semakin berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat,” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Tak sampai disitu, Menko Airlangga mengatakan pengembangan pola-pola kemitraan perkebunan sawit rakyat diperlukan untuk menjawab persoalan yang terkait dengan lemahnya bargaining position petani pekebun dalam rantai tata niaga kelapa sawit.

Pola kemitraan tersebut juga bisa dilakukan di antaranya dengan mengembangkan inkubasi berbahan dasar sawit.

"Pola kemitraan perkebunan kelapa sawit yang dibangun untuk menyinergikan petani dengan korporasi, baik BUMN maupun swasta, terus mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesempatan ekonomi dalam perkebunan kelapa sawit serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, bisnis dari bahan dasar kelapa sawit sangat besar, karena mulai dari buahnya, sabut dan cangkangnya, janjang kosong, pelepah dan daunnya, limbah cair hingga batang pohon kelapa sawit dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi.

Selain itu, sebagai negara produsen terbesar yang menguasai sekitar 55 persen pangsa pasar minyak sawit dunia, serta memanfaatkan tidak lebih dari 10 persen dari total global land bank for vegetable oil.

Indonesia mampu menghasilkan 40 persern dari total minyak nabati dunia.untuk menjaga kestabilan harga sawit, Airlangga mengatakan  bahwa pemerintah tengah dan terus mengembangkan kebijakan yang mendorong domestic demand dari produk sawit, antara lain penggunaan biodiesel (B30).

"Kebijakan B30 ini merupakan bagian dari upaya pemerintah agar pembangunan berkelanjutan rendah karbon dapat terus dilaksanakan,” tutur Airlangga.