Ekonomi

Menko Airlangga Bahas Mitigasi Perubahan Iklim Bersama Presiden Japinda

Menko Airlangga Bahas Mitigasi Perubahan Iklim Bersama Presiden Japinda
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Presiden Japinda, Yasuo Fukuda, di Jakarta. (Kemenko Perekonomian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membahas upaya pengendalian perubahan iklim dan kerja sama pengelolaan lingkungan hidup saat dikunjungi Presiden Japan-Indonesia Association (Japinda), Yasuo Fukuda.  

Selain itu, keduanya juga membahas isu pengurangan emisi karbon, konservasi lingkungan, kerja sama pengembangan electric vehicle (EV), kerja sama bidang infrastruktur dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebagaimana keterangan Kemenko perekonomian yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/12/2022), Airlangga mengatakan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah korektif untuk mengelola sumber daya alam dan lingkungan. Yang mana potensi energi baru terbarukan (EBT) terdapat di hampir seluruh wilayah yaitu potensi tenaga air, hydrogen, surya, angin dan energi laut.

baca juga:

Selain itu, Indonesia terus mengakselerasi pengembangan EV dengan menetapkan roadmap pengembangan hingga tahun 2030.

Dengan target produksi EV mencapai 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih dan 2,45 juta unit untuk roda dua pada 2030 diharapkan mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda dua.

Airlangga juga menyampaikan peluang kerja sama pembangunan IKN, yang mana sektor pembangunan yang dibuka untuk investasi dari luar negeri, antara lain untuk fasilitas perumahan, perkantoran, kesehatan dan pendidikan.

Sementara itu, Presiden Japinda, Yasuo Fukuda, menyampaikan, saat ini terdapat kekurangan tenaga kerja ahli di Jepang dikarenakan menuanya populasi negara tersebut.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi tenaga kerja ahli yang besar, sehingga Japinda mengusulkan adanya kerja sama pengiriman tenaga kerja ahli Indonesia ke Jepang.

Menanggapi hal itu, menurut Airlangga, keberadaan demand dan supply tenaga kerja ahli dapat difasilitasi dengan pengiriman tenaga magang dari Indonesia ke Jepang. Setelahnya, tenaga kerja lulusan internship Jepang tersebut dapat bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia untuk mempercepat adopsi teknologi dan transformasi industri dalam negeri Indonesia.

Adapun, total perdagangan Indonesia dengan Jepang pada Januari-September 2022 sekitar USD31,2 miliar atau tumbuh 34,5 persen secara year on year (yoy) dari periode yang sama di 2021.