Ekonomi

Menkeu Wanti-Wanti Para Peramal Ekonomi

Menkeu Wanti-Wanti Para Peramal Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pidato tanggapan pemerintah saat rapat paripurna DPR ke-3 masa persidangan I tahun 2022-2023 di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Rapat paripurna tersebut beragenda tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas RUU tentang APBN tahun anggaran 2023 beserta nota keuangannya. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT,CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada para mahasiswa di acara Indonesia Economic Outlook 2023 untuk lebih berhati-hati saat membuat peramalan ekonomi.

"Tiga tahun ini adalah fenomena extremely luar biasa, jadi Anda semuanya kalau membuat forecast saya titip hati-hati," kata Sri Mulyani saat menutup acara Indonesia Economic Outlook 2023 dengan tema "Reshaping the Paradigm: Strengthening Indonesia’s Leadership in Global Economic Initiatives", dipantau secara daring, Senin (3/10/2022).

Sri Mulyani mewanti-wanti para penerus ahli ekonomi tersebut didasarkan oleh alasan, dalam meramalkan perekonomian banyak sekali yang menggabungkan satu poin dengan poin lainnya diekstrapolasi.

baca juga:

"Saya titip hati-hati. Apalagi kalau Anda hobi bikin forecast-nya 1 poin dengan 1 poin diekstrapolasi. Karena, sebelum pandemi ini barangkali tumbuh, terjadi pandemi (menjadi) jelek (atau) jatuh, and then recover. Pertanyaan saya, recover-nya itu jauh lebih cepat, sama, atau lebih landai. Anda sudah mendapatkan buktinya atau belum?" ujar Sri Mulyani.

Sebagai informasi, ekstrapolasi adalah proses memperkirakan nilai suatu variabel melampaui interval pengamatan aslinya berdasarkan hubungannya dengan variabel lainnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani meramal ancaman perekonomian dunia setelah pandemi Covid-19, ialah krisis iklim (climate change). Ia menyampaikan bahwa climate change merupakan the global threat yang sangat serius.

"Kalau kita sekarang punya taste, how does it look kalau negara dan dunia dihadapkan pada shock yang besar seperti pandemi, at least you have the initial taste of the global shock. Maka climate change is gonna be another shock," ujarnya.

Sri Mulyani menekankan krisis iklim akan diikuti oleh krisis pangan, energi, dan inflasi yang tinggi sehingga kondisi tersebut akan memberikan konsekuensi terhadap seluruh negara di dunia. Jika krisis tersebut menekan pertumbuhan ekonomi, tidak menutup kemungkinan bahwa penurunannya akan lebih panjang dari pandemi covid-19.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi