Ekonomi

Menkeu Tegaskan Reformasi Perpajakan Upaya Indonesia Terhindar dari Middle Income Trap

Reformasi perpajakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu upaya untuk menghindarkan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah


Menkeu Tegaskan Reformasi Perpajakan Upaya Indonesia Terhindar dari Middle Income Trap
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan reformasi perpajakan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu upaya untuk menghindarkan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap.

“Untuk kita menghindarkan middle income trap maka konsolidasi fiskal terutama akibat pandemi melalui penyehatan APBN perlu ditunjang dan perlu dilakukan reformasi perpajakan,” katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (13/9/2021).

Dilansir dari Antara, Sri Mulyani menyatakan reformasi ini akan mampu menyehatkan kembali APBN yang tertekan pandemi Covid-19 karena fondasi perpajakan menjadi lebih adil, efektif, sehat, dan akuntabel.

Penerimaan pajak menjadi kontributor utama pendapatan negara yaitu dari 22,81% pada 1983 naik menjadi 47,4% pada 1992 dan 65,1% pada 2020.

Menurut Menkeu, adil dalam hal ini mencakup seluruh sektor usaha mendapat beban yang seimbang mengingat saat ini hanya satu atau dua sektor yang menjadi penopang penerimaan pajak.

Di sisi lain, sektor lainnya seperti sektor jasa yang saat ini sedang terus berkembang justru tidak memberikan kontribusi banyak bagi penerimaan perpajakan padahal sektor tersebut juga mendapat fasilitas dari negara.

Keadilan ini juga berlaku bagi seluruh kelompok penghasilan masyarakat yaitu masyarakat dengan penghasilan rendah akan menerima bantuan dan tidak membayar pajak sedangkan bagi yang berpenghasilan tinggi maka membayar pajak lebih tinggi.

“Ini yang perlu disampaikan bahwa masyarakat tentu pada akhirnya akan mendapat manfaat keuangan negara sesuai situasi mereka,” ujarnya.

Kemudian untuk sistem perpajakan yang sehat yaitu pajak dapat menjadi sumber penerimaan yang optimal dan adaptif terhadap perubahan serta didesain sesuai international based practice seiring kondisi sustainability yang terus dijaga.

Sumber: Antara