Ekonomi

Menkeu: Dunia Akan Resesi Serentak di 2023 Mendatang

Menkeu: Dunia Akan Resesi Serentak di 2023 Mendatang
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Instagram/@smindrawati)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dunia akan mencapai jurang resesinya secara bersama-sama pada tahun 2023, dimana resesi tersebut disebabkan oleh inflasi yang tinggi serta tingginya harga pangan dan energi di beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Hal ini yang menjadikan tingginya inflasi di sejumlah negara sehingga memacu para bank sentral di negara-negara maju untuk menaikan suku bunga mereka dan memperketat likuiditas.

Sri Mulyani juga menegaskan, kebijakan tersebut akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga negara berkembang pun akan merasakan efek dari kenaikan suku bunga itu.

baca juga:

Apabila bank sentral di seluruh dunia secara kompak melakukan kenaikan suku bunga yang cukup ekstrim, maka resesi dunia pada 2023 kemungkinan tidak dapat dielakkan.

"Kalau bank sentral di seluruh dunia meningkatkan suku bunga cukup ekstrem dan dilakukan secara bersama-sama, maka dunia akan mengalami resesi di 2023," ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa versi Agustus pada Senin, (26/9/2022).

Menurut Bendahara negara ini, kenaikan suku bunga bank sentral di negara-negara maju cukup cepat dan ekstrim sehingga memukul pertumbuhan negara-negara berkembang, karena suku bunga acuan di beberapa negara sendiri sudah tercatat naik sangat agresif.

Diketahui, suku bunga acuan di Inggris telah mencapai 2,25 persen atau naik 200 basis points (bps), sedangkan AS telah mencapai 3,25 persen setelah naik sebesar 300 bps.Bahkan jumlah ini akan bisa bertambah karena diperkirakan AS akan menaikan suku bungannya kembali sebanyak 75 basis poin.

"Ini kenaikan ekstrem, selama ini Eropa sangat rendah dari sisi policy rate-nya," ujar Sri Mulyani.

Pada kuartal II-2022, dia melihat pertumbuhan ekonomi China, AS, Jerman dan Inggris sudah mengalami koreksi. Ini menjadikan banyak kemungkinan yang akan berlanjut sampai akhir tahun dan resesi muncul di tahun depan.

"Kondisi ini kemungkinan akan berlanjut di kuartal III dan sampai akhir tahun, sehingga prediksi pertumbuhan tahun ini dan tahun depan termasuk resesi mulai muncul," ujarnya.[]