Ekonomi

Menkeu Bongkar Biang Kerok Rupiah Anjlok ke Rp15.100 per Dolar AS

Menkeu Bongkar Biang Kerok Rupiah Anjlok ke Rp15.100 per Dolar AS
Teler menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah tipis 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp13.885 per dolar AS, saat indeks dolar AS terkoreksi 0,1 persen atau 0,098 poin ke posisi 96,839. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, membongkar biang kerok pelemahan rupiah hingga menembus Rp15.000 per dolar AS. Menurut Sri Mulyani, rupiah melemah dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan AS oleh The Fed beberapa waktu lalu. Hal tersebut membuat pasar keuangan yang sebelumnya mulai membaik, kini kembali bergejolak.

"Tekanan pasar keuangan yang tadinya cukup mereda kembali mengalami gejolak, terutama pada September. Indeks saham global yang mulai pulih dan terkoreksi lagi, juga dari dolar indeks yang menguat," tegas Sri Mulyani pada Senin (26/9/2022).

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah berdarah-darah. Tertekan secara global, rupiah hari ini harus tunduk di kisaran Rp15.100 per dolar AS pada Selasa (27/9/2022).

baca juga:

Melansir RTI, rupiah terkoreksi -0,55% ke level Rp15.143 per dolar AS pada Selasa pagi. Bahkan, rupiah anjlok lebih parah atas dolar Australia (-0,97%), euro (-0,92%), dan poundsterling (-1,46%).

Nasib rupiah di Asia pun nelangsa. Sebagai mata uang paling lemah se-Asia, rupiah keok melawan yen (-0,80%), won (-0,76%), dolar Singapura (-0,73%), dolar Taiwan (-0,53%), dolar Hong Kong (-0,52%), yuan (-0,48%), ringgit (-0,18%), dan baht (-0,13%).[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi