Ekonomi

Menkeu AS Minta Sekutu untuk Guyur Dana Tambahan ke Ukraina

Ukraina membutuhkan dana anggaran untuk membayar tentara, karyawan dan pensiunan, serta untuk mengoperasikan ekonomi


Menkeu AS Minta Sekutu untuk Guyur Dana Tambahan ke Ukraina
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen (BBC)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menghimbau kepada negara sahabat atau sekutu untuk meningkatkan bantuan dana kepada Ukraina. Janet Yellen menilai dana yang telah diguyur kepada negara tersebut masih belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada ditengah konflik dengan Rusia.

Janet Yellen dalam sambutannya pada Forum Ekonomi Brussel mengatakan kebutuhan pembiayaan dari Ukraina sangat signifikan, sehingga negara tersebut butuh dana anggaran yang cukup untuk membayar tentara, karyawan, penisunan serta mengoperasikan kembali ekonomi yang bisa memenuhi kebutuhan dasar negara dan rakyatnya.

" Kebutuhan pembiayaan Ukraina signifikan. Ukraina membutuhkan dana anggaran untuk membayar tentara, karyawan dan pensiunan, serta untuk mengoperasikan ekonomi yang memenuhi kebutuhan dasar warganya," kata Janet dilansir dari Reuters, Selasa (17/5/2022).

baca juga:

Janet juga menilai, guyuran dana tersebut kalau bisa dalam waktu singkat, karena sangat penting untuk perbaikan layanan dan pemulihan utiltitas Ukraina.

" Dalam waktu singkat, dana itu diperlukan untuk perbaikan dan pemulihan utilitas dan layanan penting," lanjutnya.

Jenet menambahkan, Ukraina memang membutuhkan dukungan besar-besaran untuk rekonstruksi dan pemulihan. Dukungan bilateral dan multilateral sejauh ini yang telah diumumkan oleh sekutu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar negara itu.

"Yang jelas dukungan bilateral dan multilateral yang diumumkan sejauh ini tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar Ukraina," tambah Janet.

Perang yang diawali dari invasi Rusia telah menyebabkan ekonomi Ukraina terpuruk. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Dana Moneter Internasional pernah mengungkap negara itu membutuhkan dana sekitar US$5 miliar per bulan atau sekitar Rp73 triliun untuk memenuhi kebutuhan dasar negara.

Janet juga meminta negara sahabat atau rekan dari AS untuk bergabung membantu Ukraina. Permintaan itu berbarengan dengan rencana Senat AS yang dikabarkan tengah mempertimbangkan paket bantuan militer dan kemanusiaan senilai US$40 miliar atau sekitar Rp586 triliun untuk Ukraina.

Selain AS yang juga akan memberikan bantuan tambahan, Uni Eropa kabarnya telah mengeluarkan paket pinjaman baru ke Ukraina. Pinjaman itu untuk menyediakan likuiditas dan rekonstruksi jangka panjang.[]

Sumber: Reuters