Ekonomi

Menkeu Akui Main Cantik Dalam Menaikkan Tarif Cukai Rokok

Menkeu Akui Main Cantik Dalam Menaikkan Tarif Cukai Rokok
Ilustrasi rokok (ISTIMEWA)

AKURAT.CO 

Harga rokok resmi naik mulai 1 Januari 2022, usai Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata 12 persen di tahun ini.

baca juga:

Kenaikan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun Atau Klobot, Dan Tembakau Iris.

Dalam menaikkan tarif cukai, Menkeu mengaku harus main cantik dengan menyiapkan beberapa skenario sebelumnya untuk mengetahui dampak kenaikan tarif cukai.

“Saya harus main cantik. Jadi saya siapkan skenario kalau saya naikkan 1% berapa efeknya, saya bikin historis. Kita juga terus membantu mengurangi rokok ilegal," ungkap Sri Mulyani di kutip saat berbincang di Podcast Deddy Corbuzier, di Jakarta, Kamis (6/1/2021).

Tak hanya itu, ia juga mengaku dimarahi seluruh pihak pada saat menaikkan tarif cukai rokok.

"Ini rumit sekali bikin aturannya ini klasik. Saya dimarahian seluruh pihak, contohnya kalau saya naikin kececilan saya dimarahin oleh Kementerian Kesehatan kalau naikin tinggi, pasti menkeu di-lobi oleh Kemenkes dan dunia internasional," kata dia.

Namun, Menkeu menegaskan mengambil kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau dilakukan dengan hati-hati dengan tetap memegang prinsip keadilan dan tidak memberatkan beberapa kalangan pengusaha maupun pekerja dan pemerintah.

"Industrinya, mereka bilang, rokok itu ada petaninya, cengkeh dan tembakau. Jadi ada komunitas petaninya, ada pekerjanya, apalagi yang rokok linting," kata Sri Mulyani.[]