News

Menkes Yakin Lonjakan Kasus Covid-19 Mereda Akhir Februari

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengklaim pemerintah sekaligus warga mampu mengatasi lonjakan Covid-19 pada akhir Februari 2022 mendatang.


Menkes Yakin Lonjakan Kasus Covid-19 Mereda Akhir Februari
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi pemerintah dan warga mampu mengatasi lonjakan Covid-19 dampak dari mutasi dan transmisi varian Omicron pada akhir Februari 2022 mendatang.

Namun, Budi juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Dia meminta masyarakat menjalankan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, terutama pada daerah-daerah yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19

"Jangan panik, tetap waspada, kalau (kasus penyebaran Covid-19) sedang naik kurangi mobilitas. Insya Allah di akhir Februari kita bisa mengatasi pandemi," kata Menkes Budi, Senin (7/2/2022).

baca juga:

Optimisme Menkes Budi ini menyusul dengan data di lapangan. Di mana upaya kumulatif penangan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah menunjukkan hasil yang baik.

Budi mencatat sejak 21 Januari 2022 hingga saat ini sebanyak 356 pasien Covid-19 meninggal dunia. Dari total tersebut, 69 persen belum vaksin lengkap atau belum divaksin sama sekali.

Ia menambahkan, hingga kini masih ada sekitar 58 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi berat dan kritis sehingga menggunakan ventilator. 

Sebanyak 60 persen dari pasien yang menjalani perawatan tersebut belum divaksin lengkap atau belum vaksin sama sekali.

"Rumah sakit sekarang terisi 18.996 dari kapasitas total 400 ribu, 120 ribu kapasitas untuk Covid-19 per 6 Februari kemarin yang sudah confirm Covid itu 15.292, sisanya yang lain masih probable. 10.000 nya orang tanpa gejala," jelas Menkes.

"Yuk, rakyat yang belum divaksin segerakan vaksin., terutama lansia harus segera divaksin, dan belum dua kali segera vaksin dua kali," sambungnya.

Sebagai informasi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah aglomerasi Jabodetabek naik ke level 3. Level PPKM yang sama berlaku untuk Bandung, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Bali.

"Berdasarkan level asesmen saat ini, kami sampaikan bahwa aglomerasi Jabodetabek,Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Bandung Raya akan ke level 3," ungkap Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Panjaitan dalam Konferensi pers Virtual dalam YouTube Setpres, Senin (7/2/2022).

Luhut menjelaskan kenaikan level bukan karena tingginya kasus tetapi karena rendahnya tracing. Khusus untuk Bali, level PPKM naik ke 3 salah satunya disebabkan meningkatnya pasien Covid rawat inap di rumah sakit.

"Saya ulangi bukan akibat tingginya kasus tapi karena rendahnya tracing," ujar Luhut yang juga Menteri Koordinator Maritim dan Investasi.[]