News

Menkes Warning Bahaya Varian Baru dan Kelengahan Prokes Bisa Picu Lonjakan Covid-19 Seperti India

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperingatkan ancaman peningkatan kasus Covid-19 di dalam negeri bila kewaspadaan kendor.


Menkes Warning Bahaya Varian Baru dan Kelengahan Prokes Bisa Picu Lonjakan Covid-19 Seperti India
Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kondisi terkini Covid-19.

AKURAT.CO, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperingatkan ancaman peningkatan kasus Covid-19 di dalam negeri bila kewaspadaan kendor.

Dia mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di India belakangan ini harus jadi pelajaran. Kelengahan dan tidak waspada menjadi pemicu utama lonjakan kasus yang sulit dikendalikan. 

"Kami juga update kasus di India. Jadi, di India ini sempat turun drastis hingga kasus aktifnya 5 ribu per hari. Terakhir kita lihat naik ratusan kali lipat hingga 349 ribu kasus dari 5 ribu kasus per hari," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual lewat YouTube Sekretariat Presiden usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (26/4/2021). 

Dia mengungkapkan, lonjakan kasus yang luar bias tingginya itu disebabkan dua hal. Pertama, mutasi virus yang masuk B117 dan mutasi lokal B1617. Kedua karena tidak konsisten menjalankan prokes.

"Jadi karena merasa kasus aktif sudah turun, karena vaksinasi di India itu tinggi sekali dan cepat sekali, mereka menjadi lengah, lalai, tidak waspada. Oleh karena itu, kami sampaikan teman-teman harus waspada," katanya. 

Dia mengatakan, varian baru itu sebetulnya sudah masuk ke Indonesia. Sudah ada sepuluh kasus hasil mutasi varian baru di Indonesia. Enam diantaranya kasus yang masuk dari luar negeri dan empat sisanya akibat transmisi lokal. Ini, kata dia, harus benar-benar diwaspadai. 

"2 kasus di Sumatera, 1 di Jawa Barat dan 1 di Kalsel. Jadi, untuk provinsi-provinsi di Sumatera, Jawa Barat dan Kalsel kita akan menjadi lebih sangat hati-hati untuk monitor apakah ada mutasi baru atau tidak di masyarakat," katanya. 

Dia mengingatkan agar kasus di India itu tidak terjadi di Indonesia. Karenanya, kedisiplinan prokes tetap harus menjadi prioritas setiap orang. Dia menambahkan, vaksinasi tidak menjadi jaminan seseorang tidak akan tertular virus mematikan itu. 

"Jangan sampai kerja keras yang sudah kita lakukan selama ini kembali rusak karena kami melihat euphoria ini mulai terlihat di beberapa daerah. Saya ingatkan vaksinasi tidak buat kebal. Vaksinasi hanya memperkuat imunnya. Sehingga kalau terkena virusnya insya Allah tidak perlu masuk RS, kalaupun masuk RS lebih cepat sembuh," ujarnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co