News

Menkes Ungkap Pola Sebaran Omicron: Puncak Dimulai di Jakarta Terakhir di Jogjakarta

Setelah DKI lonjakan kasus akan menjalar hebat ke Jawa Barat dan Banten.


Menkes Ungkap Pola Sebaran Omicron: Puncak Dimulai di Jakarta Terakhir di Jogjakarta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (batik coklat) saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX di Nusantara I, Kompeleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memetakan pola sebaran kasus Omicron di Indonesia. Berdasarkan hasil pemetaan, Jakarta bakal jadi medan pertama pertempuran menghadapi lonjakan kasus varian Omicron.

Lalu, lonjakan kasus akan menjalar hebat ke Jawa Barat dan Banten. Sementara provinsi tujuan wisata internasional seperti Bali juga tak luput dari serangan gelombang varian Omicron. 

"Memang pengamatan kita mengenai pola penyebaran Omicron ini mulainya akan di Jakarta dahulu. Kalau saya lihat polanya dari Jakarta dulu akan bergeser ke Jawa Barat dan Banten kemudian ke Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah dan Jogjakarta. Kira-kira urutannya akan seperti itu kalau kita melihat pola penyebaran dari genom sequencingnya kita," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis malam (27/1/2022). 

baca juga:

Untungnya, kata dia, vaksinasi terhadap Lansia di Jakarta terbilang tinggi. Sehingga Lansia dan kelompok rentan lebih terlindungi dari kemungkinan kondisi kesehatannya memburuk saat terpapar varian Omicron. Dia menegaskan, Jakarta bakal jadi medan perang pembuka terhadap serangan varian Omicron. 

"Nah, kita agak beruntung karena Jakarta ini vaksinasi Lansianya relatif tinggi. Jadi ini nanti akan menjadi medan perang yang pertama sehingga mudah-mudahan karena Jakarta juga termasuk paling siap, kita bisa menguji strategi kita seperti apa," katanya. 

Sementara daerah dengan vaksinasi rendah, dia mendorong agar kepala daerah lebih agresif lagi mempercepat vaksinasi. Misalnya di daerah Papua, Maluku yang tercatat vaksinasi nya masih rendah. Dia mengatakan, secara rutin telah mengingatkan kepala daerah untuk agresif melakukan vaksinasi. 

"Mengenai vaksinasi Lansia ini memang masing-masing daerah bervariasi. Kami sudah menampilkan data vaksinasi itu rutin kalau meeting dengan para gubernur dan sudah minta para kepala daerah bupati, walikota dan gubernur agar segera memvaksinasi semua masyarakat Lansia mereka," katanya. 

Dia menambahkan, vaksinasi bagi Lansia dan kelompok rentan lainnya sangat penting untuk melindungi mereka dari efek buruk serangan varian Omicron. "Kita mendorong daerah yang rendah vaksinasi Lansianya untuk supaya percepat," katanya. 

Sementara terkait aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa penyebaran Omicron saat ini, dia mengatakan bahwa pihak Kemendikbudristek telah menyusun kriteria. Bila level PPKM sebuah daerah naik maka proses PTM tentu akan menyesuaikan. 

"Jadi desain PTM yang disepakati bersama kami dan epidemiolog memang ini leadingnya di kementerian pendidikan bahwa kebijakan ini bisa berubah tergantung level PPKMnya. Begitu levelnya itu memburuk, otomatis nanti dia (PTM) turun ke 50 persen. Begitu memburuk lagi kemudian jadi nol persen (PTM)," katanya.