News

Menkes Ungkap Penyebab Tingginya Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit

Saturasi oksigen pasien sudah jauh di bawah normal.


Menkes Ungkap Penyebab Tingginya Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah Sakit
Seniman dan budayawan antusias mengikuti program vaksinasi di galeri nasional, Senin (19/4/2021). (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

AKURAT.CO,  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tingginya jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia dikarenakan terlambat mendapatkan penanganan medis. Saat dibawa ke rumah sakit, saturasi oksigen pasien sudah jauh di bawah normal.

"Kita heran kok di IGD kenapa jadi banyak yang wafat. Atau masuk IGD pun sudah wafat. Itu (wafat sebelum masuk IGD) lebih tinggi lagi kalau kita masukan data yang masuk RS sudah wafat. Ternyata kita lihat fakta berikutnya adalah orang itu masuk RS saturasinya masih 93.92.90. Sekarang oh masuk RS saturasinya sudah 70 udah 80. Itu sudah telat sekali," katanya dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (2/8/2021). 

Dia mengatakan jika saturasi seseorang rendah maka virus Covid-19 sudah menjalar hingga ke tirik-titik sentral di jalur pernapasannya. Sehingga, saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah dalam keadaan sulit. 

"Artinya virusnya sudah nyebar ke dalam paru dan sudah sesak," katanya. 

Dia mengakui ada masalah dengan edukasi masyarakat. Masih ada stigma penyakit Covid-19 merupakan aib yang harus ditutupi. 

"Kami melihat oh ini terjadi karena satu hal. Mungkin karena edukasi masyarakat (kurang) sehingga orang takut kalau kena Covid-19 seperti aib, ya jangan. Covid-19 ini secara fatality, lebih rendah dari TBC kok. Lebih rendah daripada AIDS, jadi kalau dia dirawat lebih cepat, harusnya bisa sembuh," tuturnya.

Menkes menambahkan, pasien yang terpapar Covid-19 tidak perlu malu dan khawatir. Yang penting, kata dia, saat terjangkit virus harus segera melapor ke fasilitas kesehatan sehingga mendapat penanganan lebih cepat.

"Nggak usah malu nggak usah khawatir kalau kena (Covid-19). Yang penting lapor saja, cepat tes, kita bisa tangani. Yang penting dijaga saturasinya di atas 94 persen," tukasnya.

Hingga Minggu (1/8) kemarin, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 95.723 orang. Berdasarkan data pemerintah, jumlah tersebut didapatkan setelah terdapat penambahan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 1.604 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 30.738 orang sehingga total kasus Covid-19 di Tanah Air hingga saat ini mencapai 3.440.396. Dari jumlah total tersebut, 2.809.538 orang dinyatakan sembuh. 

Jumlah tersebut berasal dari penambahan pasien sembuh sebanyak 39.446 orang. Berdasarkan data itu pula, saat ini terdapat 535.135 kasus aktif Covid-19. Sementara terdapat 280.518 orang yang tercatat sebagai kasus suspek.[]