News

Menkes: Transmisi Lokal Varian BA4 dan BA5 COVID-19 Sudah Terjadi di Jakarta

Saat ini telah ditemukan 4 kasus Covid-19 varian BA4 dan BA5 di Jakarta.

Menkes: Transmisi Lokal Varian BA4 dan BA5 COVID-19 Sudah Terjadi di Jakarta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) berbincang sebelum mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan saat ini tengah terjadi transmisi lokal kasus Covid-19 varian BA4 dan BA5.

Berdasarkan catatannya, saat ini telah ditemukan 4 kasus Covid-19 varian BA4 dan BA5 di Jakarta. Dia mengatakan, pihaknya masih akan terus memonitor perkembangan kasus Covid-19 varian BA4 dan BA5 itu di Indonesia.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah mengikuti rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Senin (13/6/2022). Dia mengungkapkan, perkembangan terkini kasus Covid-19 varian baru itu telah dia sampaikan dalam rapat kabinet terbatas itu. 

baca juga:

Saat ini, total kasus varian yang berasal dari Afrika itu sebanyak 8 kasus di Indonesia. Tiga dari delapan orang pengidap varian baru itu merupakan pelaku perjalanan luar negeri yang datang menghadiri suatu acara di Bali. Sementara lima kasus terdeteksi hasil transmisi lokal. 

"4 kasus terdeteksi di Jakarta dan 1 terdeteksi di Bali tapi yang bersangkutan adalah tenaga media juga. Dia datang dari Jakarta. Jadi memang transmisi lokal ini sudah terjadi di Jakarta," katanya saat konferensi pers secara virtual di istana negara, Senin (13/6/2022). 

Dari hasil pengamatannya, kenaikan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 terjadi di empat provinsi. Meski begitu, pihaknya juga masih terus memonitor kondisi kasus di Jakarta. 

"Hasil pengamatan kami kenaikan kasus konfirmasi memang terjadi di Jakarta juga di daerah Jawa Barat, di Banten dan di Bali. Tapi kami akan terus memonitor kondisinya masih relatif baik dibandingkan dengan negara lain," katanya. 

Dia mengakui bahwa beberapa negara di dunia memang sedang menghadapi gelombang kenaikan kasus akibat varian BA4 dan BA5. Dari hasil pengamatan perkembangan di luar negeri, puncak kasus varian BA4 dan BA5 jauh lebih kecil dibanding varian Omicron dan varian Delta. 

"Kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian di Delta dan Omicron," ungkapnya.[]