News

Menkes Jepang Duga Kontaminasi Vaksin Moderna Berasal dari Jarum Suntik

Tamura mengatakan bahwa 'sangat mungkin' benda asing yang ditemukan dalam vaksin Covid-19 di Okinawa disebabkan oleh jarum yang tertancap di dalam botol


Menkes Jepang Duga Kontaminasi Vaksin Moderna Berasal dari Jarum Suntik
Menteri Kesehatan Jepang Norihisa Tamura menegaskan bahwa tidak ada masalah keamanan yang ditemukan dengan vaksin Moderna (ASSOCIATED PRESS)

AKURAT.CO  Masalah kontaminasi vaksin Covid-19 Moderna yang didistribusikan di Jepang terus bergulir. Berbagai analsis soal sumber kontaminasi pun ikut menyeruak. Sebelumnya, NHK mengutip sumber dari kementerian kesehatan Jepang melaporkan dugaan bahwa kontaminan berasal dari logam. Kini, Menteri Kesehatan Jepang, Norihisa Tamura mengatakan kemungkinan kontaminan vaksin Moderna di Okinawa berasal dari jarum suntik. 

Analisis soal jarum suntik itu baru dikemukakan oleh Tamura kepada wartawan pada Selasa (30/8) waktu setempat. Dalam keterangannya saat itu, Tamura mengatakan bahwa 'sangat mungkin' benda asing yang ditemukan dalam vaksin Covid-19 di Okinawa disebabkan oleh jarum yang tertancap di dalam botol.

"Bahan asing yang terlihat di botol mungkin disebabkan oleh jarum yang dimasukkan secara tidak benar, dan ini mungkin telah mematahkan bagian pada sumbat karet," terang Tamura, menurut Forbes.

baca juga:

Tamura pun mencatat bahwa apa pun alasan penemuan 'benda asing' yang dilaporkan, tidak ada masalah keamanan atau masalah lain dengan vaksin Moderna. Menteri Jepang juga menambahkan bahwa pihak berwenang akan terus berupaya mengumpulkan informasi dan melaporkannya kepada publik. 

Keterangan Tamura muncul usai laporan menunjukkan bahwa masalah kontaminasi pada botol vaksin Moderna semakin meluas di Jepang. 

Seperti diwartakan CNN pada Minggu (29/8), dua orang dilaporkan meninggal di Jepang beberapa hari setelah menerima dosis dari sejumlah vaksin Moderna. Kasus warga yang meninggal ini pun terjadi menyusul penangguhan sekitar 1,63 juta dosis vaksin Moderna pada Kamis (26/8) pekan lalu. 

Kendati demikian, hubungan sebab akibat antara vaksin dan kematian belum ditetapkan, menurut kementerian dan Perusahaan Farmasi Takeda, yang mendistribusikan vaksin Moderna di Jepang.

"Saat ini, tidak ada hubungan yang dikonfirmasi antara kematian ini dan vaksin Moderna, tetapi kami percaya penting untuk melakukan penyelidikan formal untuk menyelidiki masalah ini lebih lanjut," kata Perusahaan Farmasi Takeda dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu (28/8).

1,63 juta dosis itu berasal dari tiga nomor lot yang teridentifikasi: 3004667, 3004734, dan 3004956. Dosis-dosis tersebut telah didistribusikan ke-863 lokasi vaksinasi di seluruh Jepang, dan beberapa telah digunakan. Sementara dua orang yang meninggal itu telah menerima vaksin dari lot 3004734, salah satu lot yang dikeluarkan dari peredaran Kamis. Namun, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mengatakan bahwa belum ada kontaminan asing yang dilaporkan dari lot ini.

Baca Juga: Tragis! 2 Warga Jepang Meninggal usai Disuntik Vaksin Covid-19 Moderna yang Terkontaminasi

Setelahnya, laporan baru kontaminasi datang dari prefektur Gunma dekat Tokyo dan prefektur Okinawa. Ini kemudian memicu penangguhan dua lot manufaktur selain 1,63 juta dosis yang ditangguhkan penggunaannya pekan lalu.

Pemerintah prefektur Gunma mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa zat asing ditemukan dalam vaksin Covid-19 Moderna. Menurut mereka, benda asing itu berwarna kehitaman dan berukuran kurang dari 0,5 milimeter. Sebagaimana diwartakan Japan Today, zat asing itu terlihat selama inspeksi pra-inokulasi dalam botol yang memiliki nomor lot berbeda dari tiga lot yang ditangguhkan pada Kamis pekan lalu.

Sekitar 4.500 orang telah menerima suntikan Moderna selama tiga hari di Gunma, tetapi tidak ada kasus kesehatan yang dilaporkan, kata pemerintah setempat. Gunma menjadi prefektur ketujuh yang melaporkan penemuan benda asing dalam vaksin Moderna setelah Ibaraki, Saitama, Tokyo, Gifu, Aichi, dan Okinawa.

Pada hari yang sama, pemerintah prefektur Okinawa melaporkan bahwa kontaminan ditemukan dalam botol Moderna dari lot keempat, 3005293. Zat hitam terlihat di jarum suntik dan botol, sementara zat merah muda ditemukan di jarum suntik yang berbeda, kata kementerian kesehatan seperti dikutip Euro News. 

Sekitar 880 orang menerima suntikan di Okinawa dengan nomor lot tersebut dan pemerintah setempat belum menerima laporan masalah kesehatan.

Namun, karena temuan itu, pemerintah Okinawa tetap memutuskan untuk menghentikan inokulasi di tempat vaksinasi massal di Naha. Selain itu, karena masalah ini, pemerintah Okinawa dan Gunma terpaksa menanguhkan setidaknya 1 juta dosis Moderna dari lot-lot yang terkena dampak.[]