Rahmah

Menjawab Permintaan Para Kiai Sepuh Kembali Jadi Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj: Saya Terima Dicalonkan Kembali

KH Said Aqil Siradj menyampaikan kesediaannya untuk menjadi calon Ketua Umum PBNU atas dasar permintaan dari beberapa Kiai sepuh Nahdlatul Ulama.


Menjawab Permintaan Para Kiai Sepuh Kembali Jadi Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj: Saya Terima Dicalonkan Kembali
Konferrnsi KH Said Aqil Siradj Menjawab Permintaan Menjadi Calon Ketum PBNU Periode 2020-2025 (YouTube NU Channel)

AKURAT.CO  Menjelang Muktamar NU ke-34 yang akan digelar pada tanggal 23-25 Desember 2021, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU periode 2020-2025. 

Tokoh yang lebih akrab disapa Kiai Said ini menyampaikan, kesediaannya untuk menjadi calon Ketua Umum PBNU atas dasar permintaan dari beberapa Kiai sepuh Nahdlatul Ulama.

"Alhamdulillah siang hari ini saya bisa bersilaturahmi di tempat ini dalam rangka niat saya menjawab permintaan-permintaan dari para Kiai sepuh agar saya bersedia untuk mencalonkan diri kembali sebagai ketua umum PBNU di periode yang akan datang," ujar Kiai Said di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Kiai Said menyebut, permintaan dari Kiai sepuh itu datang diantaranya adalah Maulana Habib Luthfi Pekalongan, Tuan Guru Turmudzi Lombok, KH Muhtadi Banten, Hadratusyaikh KH Dimyati Rohis Kaliwungu Kendal, Kiai Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo, Kiai Basuni Tasikmalaya dan KH Kafabihi Mahrus Lirboyo Kediri.

"Semuanya saya anggap memiliki maqam khusus di mata Allah," ucap Kiai Said.

Selain itu, Kiai Said juga menambahkan, terdapat permintaan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Indonesia yang menginginkan dirinya untuk maju kembali sebagai calon Ketum PBNU.

"Sehingga setelah datangnya permintaan dari para Kiai dan begitu pula permintaan PWNU dan PCNU se-Indonesia, saya berpikir panjang, merenungkan kembali apakah permintaan itu saya ikuti atau tidak dengan melakukan istikharah dan ziarah ke makam-makam para Auliya," tutur Kiai Said.

Kiai Said mengaku telah menziarahi beberapa makam Auliya, antara lain ziarah ke makam Luar Batang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, Kiai-kiai Lirboyo, Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri, dan Gus Dur.

"Setelah melakukan ziarah-ziarah tersebut, mendapatkan ketenangan hati, saya terima permintaan dari para Kiai sepuh itu," kata Kiai Said.

Sementara itu, Kiai Said menjelaskan, permintaan sebagian besar PWNU dan PCNU untuk meneruskan kembali program-program NU selama lima tahun ke depan. Di antaranya adalah program-program terobosan yang telah PBNU rintis yaitu pembangunan Universitas Nadhlatul Ulama (UNU), dan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) yang sudah berdiri 43 gedung. 

Program pengiriman mahasiswa S1, S2 dan S3 di bidang sains dan teknologi ke Eropa, Amerika, Australia, Rusia, China dan India. Sedangkan di bidang agama ke Maroko, Mesir dan Suadi Arabia.

"Kemandirian ekonomi, digitalisasi, database bagi warga NU, Insya Allah akan kita tingkatkan," tandas Kiai Said. []