Lifestyle

Menjanjikan, Ceruk Pasar Busana Muslim di Eropa Makin Besar

Menjanjikan, Ceruk Pasar Busana Muslim di Eropa Makin Besar
Konferensi pers Jawhara Syari di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019). (AKURAT.CO/Abdul Haris)

AKURAT.CO, Mengibarkan sayap ke kancah internasional menjadi impian banyak orang di Tanah Air dalam urusan karir hingga bisnis yang digeluti, demi melambungkan nama mereka seluas-luasnya.

Oleh karena itu, satu per satu desainer serta berbagai brand fashion asal Indonesia makin banyak yang merambah ke panggung internasional, dalam ajang fashion week di pusat mode dunia.

Selain itu, tak ketinggalan para desainer maupun brand modest fashion hingga busana syar'i juga turut mejeng ke luar negeri, khususnya ke negara-negara Eropa maupun Amerika yang notabene memiliki penduduk mayoritas non Muslim.

Lantas mengapa desainer serta brand modest fashion dan busana syar'i harus turut melenggang ke dunia internasional?

Ukie Mahendra, Founder Jawhara Syari, memberikan penjelasannya dalam konferensi pers Jawhara Syari goes to Amsterdam Modest Fashion Week 2019 di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, (9/12), yang dihadiri AkuratTren.

"Jadi kenapa harus fashion show ke luar negeri? Pertama itu sudah pasti untuk mempromosikan sekaligus menguatkan nama suatu brand di kancah internasional agar lebih berkembang," jelasnya.

Ketika seseorang maupun brand yang ikut terlibat fashion show di luar negeri, Ukie mengatakan bahwa hal itu bisa mengangkat Indonesia sebagai negara dengan generasi unggul yang kreatif.

Tak sampai di situ, Ukie menjelaskan bahwa pasar luar negeri dinilai sangat menjanjikan, karena penduduk Muslim di sana agak sulit mendapatkan pakaian yang harus menutupi aurat mereka. Tak sebanyak yang ada di Indonesia tentunya.

"Akan terjadi pelonjakan populasi Muslim di Eropa oleh berbagai hal. Pertama karena faktor kelahiran dari pasangan Muslim yang tinggal di Eropa. Selain itu, ada pula konflik di Timur Tengah sehingga terjadi imigrasi ke Eropa, dan itu menjadi market untuk desainer dan brand busana syar'i dari Indonesia makin besar," tambah Ukie.

Ukie memberikan contoh melalui stastisik jumlah penduduk di London: dari 15 juta penduduk di London, 1 juta penduduknya Muslim. Sehingga, ada market besar di setiap negara Eropa.

Lebih lanjut Arie mengatakan bahwa mengenalkan busana syar'i ke luar negeri menjadi salah satu bagian dari syiar kebaikan juga.

"Kita mencoba secara profesional mengenalkan busana syar'i ini, sehingga orang yang awam, yang tidak tahu tentang Indonesia, tidak tahu tentang busana syar'i begitu melihat, mereka tahu itu (busana syar'i) untuk dipakai seorang Muslim. Mereka tahu itu comfort dipakai," tutupnya.[]

baca juga: