News

Menjamurnya Kembali Klaster Covid-19 di DIY, dari Tilik, Senam, hingga Ponpes

Menjamurnya Kembali Klaster Covid-19 di DIY, dari Tilik, Senam, hingga Ponpes


Menjamurnya Kembali Klaster Covid-19 di DIY, dari Tilik, Senam, hingga Ponpes
Ilustrasi pengecekan suhu tubuh mencegah penularan Covid-19 (Unsplash/@mufidpwt )

AKURAT.CO, Belasan santri pondok pesantren di wilayah Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul dilaporkan positif terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan ponpes ini kali pertama diketahui akhir September 2021 lalu.

"Untuk kasus klaster ponpes, berawal dari laporan Puskesmas Ponjong II ke Puskesmas Karangmojo I bahwa ada santri ponpes tersebut berobat dengan keluhan anosmia," kata Dewi dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Hasil tes positif PCR santri tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap para pemilik riwayat kontak erat pasien.

Setelahnya diketahui ada belasan santri lain yang terpapar Corona via tes PCR. 

"Total sampai hari ini ada 17 orang," sambungnya.

Imbas kejadian ini, kegiatan belajar mengajar di ponpes tersebut dihentikan sementara waktu.

"Santri yang positif diisolasi ditempatkan tersendiri dan tracing masih berlanjut. Semua santri dalam keadaan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, klaster penyebaran Covid-19 juga dilaporkan bermunculan di Kabupaten Bantul. Tepatnya di Kecamatan Bambanglipuro dan Sanden, Kabupaten Bantul.

Ada dua klaster berbeda dari masing-masing kecamatan. Yakni, penularan terkait kegiatan jenguk-menjenguk atau tilik dan senam warga yang menyumbang hingga belasan kasus dalam sepekan terakhir.

Klaster senam, menurut Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro Tarsisius Glory diketahui Oktober ini. Bermula ketika salah seorang warga Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro yang ternyata berstatus positif Covid-19, mengikuti senam bersama warga lainnya.

Hasil tracing kemudian mendapati ada 5 peserta senam lainnya yang terpapar Covid-19. Pengembangan setelahnya menemukan 3 kasus baru lagi.

"Total dari klaster senam ini 9 dan semuanya isoman karena tanpa gejala. Ini masih kita kembangkan tracingnya," kata Glory saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Klaster kedua, terkait kegiatan menjenguk orang sakit atau tilik di Gokerten, Srigading, Sanden, bulan Oktober ini.

"Ada orang sakit yang dia nggak tahu sakitnya apa, belum swab tapi ditiliki (dijenguk) orang banyak. Setelah pada pulang, pasien diperiksa lagi, diswab hasilnya positif," ujar Glory.

Para warga yang sempat menjenguk akhirnya juga harus menjalani tes PCR di Puskesmas Sanden. Hasilnya, 8 orang dinyatakan positif dan kini dirawat di RSLKC Bambanglipuro.

"Yang mondok di RSLKC 8 orang, tanpa gejala semua dan 1 orang isoman. Besok sama puskesmas masih akan tracing lagi 34 orang pemilik riwayat kontak erat," imbuh Glory. []