Lifestyle

Menjalin Hubungan dengan Pasangan yang Narsis, Putus Saja

Orang narsis cenderung kurang memiliki empati terhadap orang lain dan biasanya memiliki hubungan yang bermasalah


Menjalin Hubungan dengan Pasangan yang Narsis, Putus Saja
Ilustrasi - Menjalin hubungan dengan seseorang yang narsis (UNSPLASH/Muhammadh Saamy)

AKURAT.CO Gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi mental di mana orang memiliki perasaan yang meningkat tentang kepentingan sendiri dan kebutuhan mendalam akan perhatian dan kekaguman yang berlebihan.

Orang narsis juga cenderung kurang memiliki empati terhadap orang lain dan biasanya memiliki hubungan yang bermasalah. Artinya, jika kamu bersama dengan orang narsistik, itu mungkin hubungan yang sulit.

"Seorang narsisis adalah orang dengan gaya kepribadian narsistik," kata psikolog klinis berlisensi Ramani Durvasula, PhD., dikutip AKURAT.CO dari Women's Health, Jumat (21/1/2022). 

baca juga:

Ini ditandai dengan kurangnya empati, merasa berhak, egosentrisitas, pencarian validasi, kecenderungan untuk menyalahkan orang lain dan tidak bertanggung jawab, dan masih banyak lagi. 

Sebenarnya tidak diketahui mengapa beberapa orang menjadi narsisis dan yang lainnya tidak, tetapi kemungkinan prosesnya rumit. Menurut Mayo Clinic hal-hal berikut mungkin memengaruhi seseorang menjadi narsis :

  • Memiliki orang tua yang terlalu memuja atau terlalu kritis
  • Mewarisi karakteristik narsistik melalui gen
  • Masalah dengan neurobiologi yaitu, hubungan antara otak, tubuh, dan proses berpikir.

Berikut beberapa tanda bahwa kamu menjadi hubungan dengan seseorang yang narsis: 

  • Selalu merasa berhak untuk mendapat perlakuan spesial dan khusus
  • Selalu merasa lebih unggul dari orang lain, termasuk dirimu. Terlepas dari kekurangannya,, pasangan terus mempertahankan rasa superioritas sebagai pertahanan. 
  • Berpikir orang-orang iri pada
  • Tidak berempati dengan kebutuhan kamu
  • Manipulatif
  • Membutuhkan validasi dan kekaguman sehingga terus memancing pujian
  • Selalu mengutamakan kebutuhan diri sendiri dan tidak peduli dengan kamu
  • Cenderung agresif dan kasar. Mengutip analisis terbaru dari 437 studi, seseorang yang narsisis lebih cenderung agresif.
  • Terobsesi dengan kesuksesan. Ini adalah bagian dari kebutuhan akan kekuasaan dan dominasi. 

Berada bersama seorang narsisis mungkin tampak menyenangkan untuk sementara waktu, tetapi hal itu tidak bertahan lama. Jadi, jika pasangan yang narsis secara rutin merendahkan kamu untuk merasa lebih baik tentang diri sendiri, sebaiknya akhiri hubungan tersebut. 

"Rasa hormat, kasih sayang, kebaikan, timbal balik, mutualitas sangat penting dalam  hubungan jangka panjang. Jadi, lupakan saja hubungan tersebut," kata Durvasula.