Ekonomi

Kedaulatan Digital dengan Infrastruktur dan Pemahaman Budaya

Diperlukan penguatan karakter bangsa sebagai manusia modern dengan budaya bermedia digital yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.


Kedaulatan Digital dengan Infrastruktur dan Pemahaman Budaya
Ilustrasi industri ekonomi digital (Unsplash)

AKURAT.CO Peningkatan penggunaan internet ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif dan bijak.

Kepala Dinas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Tulungagung, Samrotul Fuad, mengatakan, menurut laporan Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII), konten yang sering diakses pengguna internet 89 persen adalah media sosial.

Sementara, percakapan diakses sebanyak 73 persen, belanja online 21 persen, game online 14 persen, dan disusul portal berita 11 persen.

baca juga:

"Kalau melihat data ini kita bisa melihat betapa besarnya peluang kalau bicara bisnis dan sekaligus tantangan. Bisa menjadi ancaman bagaimana kita menjaga kedaulatan digital kita," ungkapnya saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (20/9/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Ia melanjutkan, posisi pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, menyiapkan infrastruktur agar akses internet bisa sampai ke desa-desa. Begitu pula dengan program percepatan penyediaan akses internet di sekolah wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Kominfo sudah menargetkan 5.000 BTS di daerah terpencil dan menghadirkan internet setara 4G. Dengan Palapa Ring yang menyatukan wilayah Indonesia, saat ini ada sekitar 400 kabupaten/kota lebih sudah terjangkau jaringan serat optic.

Selanjutnya, melihat ciri generasi digital, dapat dilihat dari identitas, proses belajar, kebebasan berekspresi, dan privasi. Dari sisi identitas memiliki akun media sosial sebagai tanda eksis, generasi digital juga selalu mengakses Google maupun Yahoo serta mesin pencarian lainnya untuk belajar.

Dari segi kebebasan juga cenderung tidak suka dikekang, ingin memegang kontrol untuk bebas berekspresi, sementara dari sisi privasi generasi digital juga lebih terbuka.

Dengan latar belakang tersebut, Samrotul mengatakan diperlukan penguatan karakter bangsa sebagai manusia modern. Yakni dengan budaya bermedia digital yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia, panduan karakter berperilaku di dunia nyata yang kini juga harus diimplementasikan dalam dunia maya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi