Rahmah

Menjadikan Wakaf sebagai Ibadah Sosial dan Investasi Akhirat

Wakaf untuk dunia dan akhirat


Menjadikan Wakaf sebagai Ibadah Sosial dan Investasi Akhirat
Ustaz Adhitiya Warman dalam kultum Ramadan

AKURAT.CO Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan mulia sebab banyak keutamaan di dalamnya dan juga pintu-pintu kebaikan yang dibuka secara lebar-lebar. Bulan Ramadan juga merupakan bulan sedekah, yang maksudnya bisa berarti memberi makan kepada orang lain. Begitu juga dapat dimaknai sebagai zakat yang merupakan kewajiban.

"Bulan puasa merupakan momentum untuk menjalankan ibadah sedekah. Baik berupa pemberian kepada orang lain atau berupa zakat yang memang diwajibkan." Demikian penjelasan Adithiya Warman, M.Ag, Anggota komisi fatwa ADDAI dalam kultum Ramadan Akurat.co, Rabu (05/05/2021).

Selain berbentuk sedekah dan zakat, pemberian kepada orang lain yang membutuhkan juga dapat berupa wakaf. Di mana wakaf itu sendir, sambung Ustaz Adithiya, secara bahasa adalah menahan sesuatu. Adapun secara istilah adalah kekayaan yang ditujukan untuk Allah, tidak dijual belikan, tetapi untuk kemanfaatan agama dan orang banyak di jalan Allah.

Wakaf sendiri sudah pernah dilakukan oleh Nabi dan sahabatnya. "Wakaf sudah dilakukan di zaman Nabi, beliau mewakafkan tanah untuk membangun masjid Kuba dan masjid Nabawi. Begitu juga dengan sahabat Usman Ibn Affan yang mewakafkan sumur untuk dimanfaatkan orang Islam yang sedang menanam pohon Kurma." Katanya lagi.

Dosen IIQ Jakarta itu menyebut bahwa wakaf memiliki keistimewaan yang luar biasa baik bagi diri sendiri atau bagi orang banyak, seperti sebagai investasi akhirat dan kemanfaatan sosial orang banyak yang dapat menjadi bentuk dari ibadah sosial.

"Selain menjadi investasi akhirat, wakaf juga bisa menjadi amal sosial. Sebab ibadah itu bukan hanya manfaat bagi diri kita sendiri tetapi juga untuk kemanfaatan orang lain." Pungkas Da'i yang pernah berdakwah di tanah Papua itu.[]