Olahraga

Menjadi Korban Rasis Fans Juve, Kiper Milan: Saya Bukan Pertama dan Terakhir

Kiper AC Milan Mike Maignan mengeluarkan pernyataan setelah mendapatkan perlakukan rasis dari fans Juventus.


Menjadi Korban Rasis Fans Juve, Kiper Milan: Saya Bukan Pertama dan Terakhir
Mike Maignan (Instagram/mmseize)

AKURAT.CO,Kiper AC Milan Mike Maignan mengeluarkan pernyataan setelah mendapatkan perlakukan rasis dari fans Juventus.

"Sepanjang kita melihat apa yang terjadi sebagai 'insiden tersendiri', sejarah akan terulang dan terus terulang," katanya dalam pernyataan yang disampaikannya dalam tiga bahasa, Italia, Prancis, dan Inggris tersebut dilansir dari Football-Italia.

Kiper Prancis ini menjadi target aksi rasis saat melakukan pemanasan di Allianz Stadium Turin, menjelang laga Serie A yang berakhir 1-1 tersebut.

Kelompok ultras Juventus telah berjanji untuk mengindentifikasi dan mengusir siapa pun pihak yang bertanggung jawab untuk ejekan rasis. 

Meski demikian, aksi rasis sepertinya akan terus terjadi karena tidak adanya upaya serius menanganinya. Bahkan belakangan semakin memburuk di Eropa.

"Pada Minggu malam, di Allianz Stadium beberapa fans Juventus melemparkan cemoohan dan ejekan rasis ke saya," tulis Maignan di media sosialnya.

"Apa yang ingin Anda dengar dari saya? Anda ingin saya mengatakan bahwa rasisme itu buruk dan fans yang melakukannya bodoh?. Bukan itu," tambah Maignan.

Lihat juga: 5 Meme Kocak Kemenangan Man City 6-1 atas Wycombe, Ada yang Senasib

Maignan lebih jauh menyampaikan, ia buka orang pertama yang mendapatkan tindakan rasis itu, juga bukan yang terakhir. Ia menegaskan, sepanjang tidak ada tindakan pasti dari kejadian tersebut, maka rasisme akan berulang, dan terus berulang.

"Apa yang harus kita lakukan untuk melawan rasisme di stadion sepak bola? Apakah kita benar-benar percaya itu efektif? Saya berada di klub yang berusaha menjadi pemimpin dalam menentang setiap jenis diskriminasi. Tapi kita perlu berbuat lebih banyak dan semua bersatu melawan masalah sosial yang lebih besar dari sepak bola itu sendiri.

“Apakah orang-orang yang mengambil keputusan tahu bagaimana rasanya mendengar hinaan yang menggambarkan kita sebagai binatang? Apakah mereka tahu apa yang terjadi pada keluarga kami, kerabat kami yang tidak mengerti mengapa hal ini terus terjadi di 2021?," Mike menuliskan keresahannya.

Mike kemudian berusaha untuk bijak dan kuat dalam menyikapi persoalan yang dihadapinya.

"Saya bukan 'korban' dari rasisme. Saya Mike, berdiri tegak, berkulit hitam dan bangga. Sepanjang kita masih bisa menyampaikan suara kami dan membuat perbedaan, kita harus melakukannya," katanya lagi.

Yang jelas kasus Mike bukan pertama dialami pemain Milan. 

Saat ini Milan juga meminta FIGC untuk menginvestigasi perlakuan rasis terhadap gelandangnya, Tiemoue Bakayoko oleh fans Lazio saat di San Siro yang dimenangi Milan dengan skor 2-0.[]