News

Menipis, Persediaan Obat Terapi COVID-19 di Yogyakarta Cuma Cukup untuk 90 Pasien

Pemkot Yogyakarta bahkan sudah berupaya melakukan pengadaan Favipiravir. Akan tetapi obat antivirus ini memang sangat terbatas jumlahnya di pasaran.


Menipis, Persediaan Obat Terapi COVID-19 di Yogyakarta Cuma Cukup untuk 90 Pasien
Ilustrasi Favipiravir (AFP/Kazuhiro Nogi)

AKURAT.CO Stok obat terapi COVID-19 Favipiravir di Kota Yogyakarta menipis. Obat antivirus pengganti Oseltamivir itu kini hanya tersisa 3.700 butir saja.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menyebut persediaan Favipiravir yang ada saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 90 pasien.

"Sekarang sekitar 3.700 itu, hanya bisa untuk 90 orang pasien," kata Emma di XT Square, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (2/8/2021).

Mengatasi persoalan ini, lanjut Emma, Dinkes sudah 3 kali bersurat untuk mengajukan penambahan stok kepada Kementerian Kesehatan dan Pemda DIY. Akan tetapi sampai hari ini belum ada jawaban.

Pemkot Yogyakarta bahkan sudah berupaya melakukan pengadaan Favipiravir. Akan tetapi obat antivirus ini memang sangat terbatas jumlahnya di pasaran.

"Kalau stoknya tidak ada mau bagaimana," kata Emma setengah bertanya.

Sementara ini, Dinkes Yogyakarta kembali ke upaya awal sebelum obat ini dilibatkan untuk penanganan pasien COVID-19. Yakni, menjaga kondisi kesehatan pasien dengan memasok paket vitamin, madu, dan suplemen mengandung zinc.

"Sebetulnya yang utama kan daya tahan tubuh," tegasnya.

Baca Juga: KPPU Temukan Obat Terapi Covid-19 Hingga Oksigen Masih Langka, Ada Penimbunan?

Emma juga berpesan kepada masyarakat agar tak asal membeli Favipiravir jika menemukannya di pasaran. Pemakaiannya, harus disertai pengawasan atau izin dari dokter.

"Jika ada yang menjual di pasaran harus ada resep dokternya. Sehingga tidak bisa sembarang membeli," pungkasnya.[]