Ekonomi

Menilik Sentra Mina Padi di Bantul, Memberdayakan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Dompet Dhuafa hanya memberikan pembinaan, pendanaan dan pendampingan agar petani dapat menghasilkan yang lebih baik dari yang sebelumnya.


Menilik Sentra Mina Padi di Bantul, Memberdayakan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Dalam foto ini, petani mina padi sedang melakukan panen ikan nila. Pembudidayaan ikan nila dan penanaman padi di Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta yang dibina oleh Dompet Dhuafa (30/6/2022). (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO, Dompet Dhuafa mengadakan acara bertajuk Journey to JogjAgroWisata Tebar Hewan Kurban 1443 H #JadiManfaat. Acara ini berlangsung pada Rabu (29/06/22) hingga Kamis (30/06/22).

Acara tersebut menjelajahi beberapa tempat yang ada wilayah Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Salah satu tempat yang menarik untuk diulas ialah Sentra Mina Padi yang terdapat di Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta.

Dimulai sejak tahun 2020 lalu, Dusun Polaman, Argorejo, Sedayu, Bantul sendiri dikembangkan sebagai kawasan diversfikasi pertanian khusus untuk pertanian mina padi, yang mana bekerjasama dengan dinas pertanian Bantul dan serta dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

baca juga:

Berangkat dari pengembangan dusun Polaman sendiri, banyak masyarakat sekitar yang dibina untuk menjadi produktif dengan memanfaatkan pasar ikan segar, produk UMKM olahan hasil warga setempat dan pemanfaatan ekowisata dari sawah mina padi.

"Selama ini salah satu persoalan ialah sulitnya pengembangan di usaha sektor pertanian dan perikanan, yang muaranya ada di manajemen di kalangan petani, maka dari itu kita dampingi juga," kata Nuryanto Harimukti selaku SPV Ekonomi Dompet Dhuafa Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Saat ini sentra mina padi Polaman, Sedayu, Bantul telah menghasilkan 3 kali panen padi dari budidaya tersebut.

Sementara untuk panen dari sektor perikanan telah banyak yang telah dikutip, dengan pangsa per panen sekitar 40-50 kg dengan kisaran jangka waktu 3 sampai 4 bulan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Dompet Dhuafa hanya memberikan pembinaan, pendanaan dan pendampingan agar petani dapat menghasilkan yang lebih baik dari yang sebelumnya.

"Kita bekerjasama untuk menurunkan ilmunya, kami memberikan pendampingan untuk pelatihan serta mengajadi para petani untuk studi banding," ujar Nuryanto.