Lifestyle

Menilik Sejarah Batik Blitar Seperti yang Dipakai Pebasket NBA

Sejarah batik Blitar dimulai pada tahun 1920, dimana kreatifitas masyarakat Jawa berkembang pesat


Menilik Sejarah Batik Blitar Seperti yang Dipakai Pebasket NBA
Pebasket NBA, Justin Holiday memakai batik asal Blitar, Jawa Timur (Instagram/khofifah.ip)

AKURAT.CO  Popularitas batik tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga luar negeri. Terbukti, pebasket NBA, Justin Holiday terlihat mengenakan batik tulis khas Blitar, Jawa Timur.

Hal ini diketahui dari akun Instagram Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dalam foto yang diunggahnya, Justin Holiday memakai batik berwarna campuran hitam dan merah, dengan aksen yang cukup modern. 

"Semoga usai dipakai kondangan dan jalan-jalan oleh pebasket NBA, roaster Indiana Pacers, Justin Holiday, Batik Tulis Blitar - Jawa Timur semakin terkenal dan mendunia," tulis Khofifah, dikutip Akurat.co pada Senin (14/2/2022). 

baca juga:

Menilik Sejarah Batik Blitar seperti yang Dipakai Pebasket NBA - Foto 1
Batik Tutur asal Blitar BATIK-TULIS.COM

Seperti daerah lainnya, batik Blitar memiliki ciri khas, bak dari motif, ragam hias, dan warna. Ada pun kain Blitar umumnya berwarna gelap seperti merah tua, hitam, cokelat, atau biru tua. 

Apabila dilihat dari ornamen utamanya, batik Blitar memperlihatkan kekayaan alam Blitar, baik dari segi perikanan dan tumbuhan. Hal ini terlihat dari motif ikan koi dan gurami yang sering muncul di batik Blitar. Sementara, bunga, batang dan daun cenderung digunakan sebagai motif pendukung. 

Melansir batik-tulis.com, sejarah batik Blitar dimulai pada tahun 1920, dimana kreatifitas masyarakat Jawa khususnya Blitar, berkembang pesat. Sejarah batik Blitar sendiri tertulis di museum Leiden-Belanda namun dengan nama Batik Afkomstig Uit Blitar.

Menilik Sejarah Batik Blitar seperti yang Dipakai Pebasket NBA - Foto 2
Balik Blitar BATIK-TULIS.COM

Afkomstig Uit mempunyai arti yaitu batik kerajinan tangan yang dibuat oleh rakyat menggunakan motif tumbuhan dan binatang sebagai simbol utama, mengutip batik-tulis.com.

Akan tetapi, corak batik Blitar pada masa tersebut masih terbatas pada cerita wayang, dan dimanfaatkan sebagai penghias dinding. 

Seiring berjalannya waktu, batik juga dimanfaatkan masyarakat sebagai pemberi nasihat, yang disebut pitutur atau tutur (perkataan). Ya, batik tidak lagi hanya memperlihatkan gambar-gambar wayang tapi juga berisi pesan atau nasihat yang menggambarkan kehidupan dan budaya Jawa. Pesan-pesan ini disampaikan dalam bentuk simbol dan isyarat. 

Beberapa motif batik tutur diantaranya, Mupus Pupus, Mirong Kampuh Jinggo, Simo Samaran, Tanjung Manila, dan lain-lain. Semua motif ini memiliki simbol, nasihat, dan isyarat yang berbeda-beda.