Lifestyle

Menilik Perilaku Salvador Ramos Sebelum Melakukan Penembakan Brutal di SD Texas

Salvador Ramos (18) dikenal sebagai anak yang anti sosial. Beberapa waktu sebelum penembakan, Ramos berhenti datang ke sekolah dan tempat kerjanya


Menilik Perilaku Salvador Ramos Sebelum Melakukan Penembakan Brutal di SD Texas
Salvador Ramos (18), pelaku penembakan 19 siswa kelas 4 dan dua guru di Sekolah Dasar Robb di Uvalde,  Texas, Amerika Serikat (instagram/salv8dor_)

AKURAT.CO  Salvador Ramos (18) diidentifikasi sebagai tersangka dalam penembakan massal di Sekolah Dasar Robb di Uvalde,  Texas, Amerika Serikat. Salvador Ramos menembak dan membunuh 19 siswa kelas 4 dan dua guru pada hari Selasa (24/5/2022) pukul 11.32 waktu setempat. Dia kemudian dibunuh oleh polisi setelah penembakan tersebut. 

Sebelumnya Salvador diketahui menembak neneknya, Celia M. Gonzales, yang berusia 66 tahun sebelum mengemudi ke SD Robb dengan membawa pistol dan dua senapan yang dibeli secara legal.

Nenek Ramos menderita luka tembak di wajah dan menjalani operasi pada Rabu (25/5/2022). 

baca juga:

Dalam sebuah wawancara singkat dengan The Times, kakek Ramos, Rolando Reyes mengatakan dia dan cucunya berbicara setiap hari dan tidak ada tanda-tanda kekacauan dalam dirinya.

 Menurut laporan yang diterbitkan media setempat, Ramos berselisih dengan ibunya dan telah pindah dengan kakek-neneknya awal tahun ini.

’’Pelaku melakukan kejahatan keji ini sendirian,’’ ujar Kepala Polisi Distrik Sekolah Independen Uvalde Pete Arredondo, dikutip AKURAT.CO dari BBC, Jumat (27/5/2022). 

Melansir LA Times, Salvador Ramos berhenti muncul di sekolah menengahnya, kehilangan pekerjaannya, mulai mengunggah gambar-gambar yang mengganggu ke media sosial dan mulai membeli senjata.

Setelah ulang tahunnya yang ke-18 atau satu minggu sebelum melakukan penembakan massal, Ramos secara legal membeli senapan AR-15.  Dia membeli 375 butir amunisi untuk senapan pada hari berikutnya, dan membeli AR-15 kedua dua hari setelah itu.

Salah seorang teman Ramos mengatakan kepada Washington Post, Ramos memang memiliki ketertarikan terhadap senjata sejak lama. 

Bukan hanya itu saja, dua minggu sebelum penembakan, Ramos berhenti datang ke pekerjaannya di restoran Wendy, menurut seorang karyawan yang menolak menyebutkan namanya. Karyawan itu menggambarkan Ramos sebagai "penyendiri" dan hampir tidak memiliki teman.

Seorang sepupu mengatakan kepada Post bahwa frustrasi Ramos dimulai setelah dia diintimidasi karena kesulitan berbicara (gagap, cadel) dan miskin. Dia juga mulai memakai baju hitam, sepatu bot tentara, dan mulai memanjangkan rambut.

Meski dikenal penyendiri, Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan Ramos “tidak memiliki riwayat perawatan kesehatan mental” atau catatan kriminal.[]