Ekonomi

Menilik Peluang Bisnis Dari Budidaya Jagung Manis

Menilik Peluang Bisnis Dari Budidaya Jagung Manis
Ilustrasi jagung (AKURAT.CO/Bonifasius Sedu Beribe)

AKURAT.CO, Sobat Akurat, sebetulnya bertani bisa mendatangkan keuntungan maksimal terlebih jika komoditas pilihan kita tepat, laris manis di pasaran dan harganya cukup tinggi. Nah Sobat Akurat, salah satu yang menjadi primadona komoditas pertanian di pasaran adalah peluang binis budidaya jagung manis.

Sebagaimana dikutip dari laman instagram Petani Berbagi, peluang bisnis dari budi daya jagung manis ini sangat terbuka dan menjanjikan. Pasalnya ada 4 kriteria khusus yang terdapat dalam jangung manis tapi tidak pada komoditas lain.

1. Budidayanya Cukup Mudah

baca juga:

Nah, Sobat Akurat. Sejatinya menjalankan budidaya jagung manis cukup mudah dan tidak ribet cukup di suhu antara 21-32 Derajat Celcius saja dengan ph 6-7 jagung pun sudah bisa tumbuh dengan baik kendati minim perawatan. 

Lebih cocok hidup di dataran rendah, jagung manis bisa tetap tumbuh baik dimusim kemarau maupun musim penghujan asal ada pasokan air yang cukup.

2. Pangsa Pasarnya Luas

Komoditas satu ini, memiliki peluang pasar yang cukup luas. Pasalnya hasil panen jagung manis diburu oleh pelanggan industri untuk dibuat produk olahan.

Tak hanya itu sebagai bahan pokok jagung manis juga kerap dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Indonesia sebagai penganti nasi. Tak heran jagung manis laris manis di pasaran.

3. Masa Panen Relatif Singkat

Masa tanam jagung manis mulai dari awal sampai bisa panen hanya memerlukan waktu sekitar 3 bulan saja. Artinya dalam setahun su petani bisa panen hingga 3 kali. Sehingga, hasilnya juga sangat memuaskan.

4. Harga Jual Tinggi

Yang paling menjanjikan adalah harga jual jagung manis relatif tinggi. Jika harga jagung untuk pakan ternak mencapai Rp3.000 per kilogramnya. Maka harga jagung manis sedikit lebih tinggi di angka Rp4.000 per kilogram.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu