Lifestyle

Menilik Mitos Makam Mbah Jepra Penjaga Kota di Kebun Raya Bogor

Di Kebun Raya Bogor, kamu tidak hanya menemukan taman luas yang penuh dengan berbagai jenis tanaman atau pohon tetapi juga situs makam tua


Menilik Mitos Makam Mbah Jepra Penjaga Kota di Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor (AKURAT.CO/Rahma Maulidia)

AKURAT.CO  Jika mengunjungi Kebun Raya Bogor, kamu tidak hanya menemukan taman luas yang penuh dengan berbagai jenis tanaman atau pohon tetapi juga situs makam tua di bawah pohon besar.

Salah satunya adalah makam Mbah Jepra. Situs makam ini ditemukan pada tahun 1946 oleh seseorang bernama H. Rahmat. 

Mbah Jepra adalah pencipta Desa Paledang dan penjaga Bogor. Bahkan tak jarang terjadi hal mistis di makam Mbah Jepra.

baca juga:

Menurut cerita masyarakat sekitar, ada sepasang kekasih yang melakukan perbuatan asusila di dekat makam Mbah Jepra.

Akibatnya, pasangan ini mendapat hukuman. Ada pun jenis hukumannya bisa berupa cedera, hukuman mati dan hilang begitu saja.

Konon, mereka yang hilang telah dibawa dan dikembalikan setelah keluarga orang hilang itu melakukan ritual untuk meminta maaf.

Sementara menurut catatan sejarah, Mbah Jepra adalah panglima perang dari pasukan Sri Baduga Prabu Siliwangi. Selain makam Mbah Jepra, ada dua makam lainnya.

Yang pertama diyakini sebagai makam Ratu Galuh Mangku Alam, istri kedua raja dari Sri Baduga Prabu Siliwangi, raja Kerajaan Padjajaran.

Makam kedua adalah tempat peristirahatan terakhir Mbah Ba’ul, yang merupakan patih dari Sri Baduga Prabu Siliwangi.

Seperti diketahui, warga kota Bogor yang mayoritas orang Sunda memiliki keterikatan dengan Kerajaan Padjajaran.

Selain itu, Prabu Siliwangi juga dipercaya sebagai seorang yang sakti. Ketiga makam ini merupakan bukti sejarah adanya kekuasaan Kerajaan Padjajaran di Kota Bogor.

Oleh sebab itu, makam-makam ini penting untuk orang Sunda, khususnya masyarakat Bogor. Tak heran bila metiga makam, termasuk Mbah Jefra, sering didatangi oleh warga Bogor, maupun dari luar kota.

Meskipun berada di dalam Kebun Raya Bogor, situs makam ini tidak dikelolah oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Hal inilah yang membuat sejumlah orang meragukan kebenaran makam Mbah Jepra. Selain itu, tidak diketahui secara detail siapa sebenarnya Rahmat, penemu situs makam ini. 

Terlepas dari kebenarannya, banyak orang percaya bahwa Mbah Jepra adalah bagian dari Kerajaan Padjajaran, dan bukan hanya urban legend biasa.[]