Ekonomi

Menilik Kisah Sukses David Green, Pengrajin Miskin yang Jadi Miliarder Berkat Alkitab

Seorang pengusaha Amerika, David Green adalah salah satu orang terkaya di dunia. Green merupakan pendiri Hobby Lobby.

Menilik Kisah Sukses David Green, Pengrajin Miskin yang Jadi Miliarder Berkat Alkitab
David Green, pendiri Hobby Lobby (forbes.com)

AKURAT.CO, Seorang pengusaha Amerika, David Green adalah salah satu orang terkaya di dunia. Green merupakan pendiri Hobby Lobby, perusahaan rantai seni dan kerajinan yang hari ini memiliki kekayaan bersih USD14 miliar (Rp210 triliun), menurut Forbes.

Pria kelahiran 13 November 1941 di Kansas ini tumbuh dari keluarga miskin. Tetapi, ia belajar untuk memanfaatkan semua yang dia miliki. Kemudian, ia mendirikan perusahaan seni dan kerajinan pada tahun 1970 dengan mengambil pinjaman sebesar 600 dolar dan memulai 'Produk Greco' di garasinya.

Di sana ia merakit dan menjual bingkai foto mini. Pada pertengahan tahun 1971, bisnisnya berkembang pesat sehingga ia membuka toko seluas 300 kaki persegi.

baca juga:

Green lahir di keluarga pengkhotbah, ia memiliki keyakinan agama yang sangat kuat. Dia menyatakan bahwa dia membangun bisnisnya berdasarkan ideologi Alkitab. Dia sangat percaya bahwa kesuksesan yang dia dapatkan dalam hidup adalah karena imannya yang tak tergoyahkan kepada Tuhan.

Meski menjadi seorang Kristen yang taat, Green masih menjabat sebagai CEO Hobby Lobby dan pergi bekerja enam hari seminggu.

Jaringannya Hobby Lobby menjual produk seni dan kerajinan seperti manik-manik, kain, keranjang, taplak meja, pita, karangan bunga, dll. Toko ini sangat ramai selama musim liburan. Orang-orang berkunjung untuk membeli barang-barang untuk hadiah Natal, Dekorasi Rumah.

Toko-tokonya tutup pada hari Minggu hingga membuatnya kehilangan jutaan dolar karena akhir pekan adalah waktu untuk ritel besar. Namun, ia meyakini bahwa karyawannya dapat menghabiskan waktu bersama keluarga yang lebih penting baginya.

Hari ini, David Green tinggal di Oklahoma City bersama istrinya, Barbara. Dia memiliki dua putra Mart dan Steve, dan seorang putri Darsee Lett. Kedua putranya mulai membantunya pada usia yang sangat dini. Mereka mulai dengan merekatkan bingkai di garasi Green.

Perusahaannya hari ini juga meraup penjualan sebesar USD6,4 miliar (Rp96 triliun) pada tahun 2020.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi