Rozi Kurnia

Entertainment

Menilai Spider-Man Terbaik dan Terburuk di Layar Lebar?


Menilai Spider-Man Terbaik dan Terburuk di Layar Lebar?
Spider-Man (HEROICHOLLYWOOD)

AKURAT.CO Film terbaru Spider-Man, Spider-Man: Far From Home saat ini sudah bisa disaksikan di bioskop terdekat dan siap untuk menampilkan aksi terbaik sebagai salah satu superhero terpopuler dan ikonik dalam sejarah buku komik.

Saya termasuk salah satu penggila superhero ikonik ini. Meski tidak masuk dalam taraf diehard fans, tapi saya cukup percaya diri untuk mengakui bahwa saya begitu menyukai superhero ini.

Dulu superhero ini hanya bisa saya nikmati di buku-buku komik lusuh, di koran, dan juga di serial kartunnya. Pada waktu itu, saya tidak berpikir bahwa karakter ini akan bisa ditampilkan di layar lebar.

Dan itu wajar ,karena menurut saya pada waktu itu, butuh seorang aktor dengan kemampuan atletis yang mumpuni untuk bisa menjalani aksi-aksi swing Spider-Man.  Namun semua berubah pada tahun 2003, saat Sony merilis film Spider-Man.

Diproduksi oleh Sony dengan arahan dari sutradara Sam Raimi, Spider-Man pun akhirnya hadir di layar lebar. Kemunculan perdananya itu sukses besar, karena dengan biaya produksi sebesar 139 juta dollar AS, Spider-Man mampu mendapat pemasukan sebesar 403,7 juta dollar AS.

Sukses Spider-Man  membuat Sony menjadi “Percaya diri” dan  menghadirkan sejumlah film manusia laba-laba seperti Spider-Man 2 (2004), Spider-Man 3 (2007), The Amazing Spider-Man (2012), The Amazing Spider-Man 2 (2014), Spider-Man:Homecoming (2017), Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018), dan Spider-Man: Far From Home (2019).

8 film Spider-Man itu, secara pribadi, sudah saya tonton paling tidak lebih dari satu kali. Tiga film Spider-Man yang pertama sudah acap kali di tayangkan di media nasional di Indonesia. Bagi yang menikmati layanan TV berbayar, mungkin akan sedikit lebih beruntung dapat menyaksikan tiga film lainnya. Sementara untuk film terbarunya Far From Homeyah Anda harus sedikit merogoh kocek jika ingin menyaksikannya lebih dari sekali.

Dari 8 film tersebut, saya punya daftar rangking film Spider-Man dari yang terburuk hingga yang terkeren menurut pandangan saya. Mungkin bagi anda yang juga penggemar Spider-Man, sah-sah saja jika daftar ini mungkin tidak sesuai. Pastikan saja untuk tidak lupa berkomentar mengenai daftar film Spider-Man favoritmu. Oke langsung saja kita mulai daftarnya dari urutan paling buncit (terburuk).

8. Spider-Man 3 (2007)

Harus diakui, tidak sulit bagi saya untuk menempatkan film Spider-Man 3 sebagai film Spider-Man terburuk yang pernah dibuat oleh Sony. Kok bisa begitu? Lihat bagaimana mungkin bisa film ini paling buruk buruk? Ia menampilkan Spider-Man yang bertarung melawan tiga penjahat ikonik di semesta Spider-Man. Ada Goblin, Sandman, dan Venom yang bergabung untuk menghancurkan Spider-Man. Bagaiman mungkin hal itu malah membuatnya menjadi peringkat terakhir ? Jawabannya sederhana saja: Mungkin saja.

Materi yang seharusnya bisa menjadi kelebihan dalam film ini justru berbalik menjadi materi yang menjatuhkan film ini. Iya, kehadiran tiga karakter jahat tersebut seharusnya bisa memberikan nuansa keseruan yang ingin dilihat oleh semua penggemar Spider-Man. Namun kenyataannya, dengan alur yang demikian datar, serta bangunan karakter-karakternya yang serba”nanggung”, membuat film ini tidak hadir sebagai mana mestinya.

7. The Amazing Spider-Man (2012)

Saat membuat tiga film Spider-Man perdananya yang dibawah arahan Sam Raimi, ada ketidakpuasan di jajaran petinggi Sony dengan performa Spidey di box office. Akibatnya pada tahun 2012, Sony merombak ulang Spider-Man dan menampilkan versi barunya di The Amazing Spider-Man. Pemeran Peter Parker tidak lagi Tobey Maguire, digantikan dengan versi yang lebih muda dan fresh, Andrew Garfield.

Dalam film keempat ini, Sutradara Marc Web memberikan pendekatan yang berbeda dari tiga film sebelumnya. Ia memberikan porsi yang sedikit “gelap” untuk membangun karakter Peter Parker dengan memberikan gambaran sekilas mengenai apa yang dialami oleh kedua orang tuanya.  

Hal yang mungkin agak sedikit mengganjal adalah bagaimana sosok Spider-Man ditampilkan. Bagi saya, kostum  itu agak sedikit aneh. Namun meski begitu, film ini menampilkan cameo terbaik dari seorang Stan Lee dibanding film-film lain yang pernah dibuat.

6. The Amazing Spider-Man 2

Film ini sebenarnya mengalami hal yang sama dengan Spider-Man 3, yaitu tidak cakap mengemas karakter villain yang harus dihadapi oleh Spider-Man. Ada Electro dan Green Goblin yang sayangnya tampil dengan standar yang biasa saja. Diantara keduanya yang paling parah adalah transformasi Green Goblin yang terkesan terburu-buru. Namun meski demikian, saya masih menyukai bagaimana aksi Spidey melawan musuh-musuhnya tersebut. Meski ada sedikit nuansa emosional yang terjadi antara Peter Parker dan Gwen yang membuat agak sedikit canggung, namun itu tidak jadi masalah.

5. Spider-Man (2003)

Film Spider-Man yang pertama kali muncul di layar lebar adalah sebuah sukses besar yang dihasilkan oleh Sony melalui tangan kreatif sutradaranya Sam Raimi. Film ini mampu menampilkan sosok Spider-Man yang riang dan menghibur. Tobey Maguire sukses membawakan karakter Spidey yang dicintai oleh banyak orang walaupun tekanan besar tentu ada di pundaknya.

4. Spider-Man 2 (2004)

Film Spider-Man 2 menurut saya adalah sebuah karya cerdas yang dihasilkan oleh Sam Raimi. Meski menangani sebuah film superhero, Raimi menyisipkan cerita dan emosi dalam karakter Spider-Man yang membuat film ini menjadi berbeda dengan film-film superhero lainnya.

Keberhasilan pengembangan karakter ternyata tidak hanya untuk Spider-Man saja. Karakter penjahat yang dihadapi oleh Spidey, Doctor Otto Octavius yang diperankan dengan baik oleh Alfred Molina, juga mendapat penanganan yang juga serius. Karakter ini membuat sebuah kesimpulan bahwa seorang penjahat itu tidaklah murni sebagai penjahat pada awalnya. Ada transformasi perubahan sikap yang bisa dikemas dengan baik oleh Sam Raimi untuk karakter yang kemudian di sebut Doctor Octopus.

3. Spider-Man: Homecoming (2017)

Spider-Man: Homecoming  mengawali franchise baru yang sedang dirintis oleh Sony bekerja sama dengan Marvel Cinematic Universe. Film ini tidak dimulai dengan menceritakan asal – usul dari Spider-Man. Penonton dari awal sudah langsung diajak untuk melihat aktivitas dari Peter Parker, seorang anak remaja, yang kesehariannya sebagai murid dan juga Spider-Man.

Plotnya sederhana, namun justru hal itu yang membuat film ini menjadi menarik. Marvel sudah pasti melakukan tugasnya dengan baik dalam membangun film ini. Iya, Spider-Man : Homecoming  menemukan caranya untuk membuat penonton tertawa dan bersenang-senang saat menonton film ini.

2. Spider-Man: Far From Home

Saya menonton film ini dua kali dan tidak bosan untuk menyaksikannya. Sebagai penutup Phase 3 dari Marvel Cinematic Universe (MCU), saya sama sekali tidak berharap bahwa Spider-Man: Far From Home akan dibuat seperti ini.

John Watts dengan sempurna menyeimbangkan materi-materi seperti humor, kepahlawanan, dan juga petualangan ke dalam satu layar. Ada plot twist yang membuat penonton bisa geleng-geleng, ada kisah romansa ala anak muda yang dihadirkan oleh Peter Parker dan Mary Jane, namun ada juga materi yang emosional yang dibangun di film ini.

1. Spider-Man: Into The Spider-Verse (2018)

Rangking pertama dari list saya ini jatuh pada film Spider-Man: Into the Spider-Verse, sebuah film animasi produksi Sony yang memberikan kepada penonton paket lengkap baik itu dialog lucu maupun adegan aksi yang menegangkan. Cerita yang disematkan ke dalam masing-masing karakter juga bagus dan yang paling utama adalah bagaimana visualisasi film ini serta dukung dari musik ala hip hop yang semakin membuat film ini tampil dengan keren. Dan itu sebabnya film ini sukses membawa pulang Oscar 2018 untuk kategori film Animasi Terbaik.

So, itulah rangking film terbaik Spider-Man versi saya. Bagaimana denganmu ? Share pendapat mu di kolom komentar di bawah ini.[]