News

Menhub: SDM Sektor Transportasi Harus Siap Hadapi Disrupsi

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan, SDM di sektor transportasi harus siap menghadapi disrupsi akibat dari perkembangan zaman dan teknologi informasi.


Menhub: SDM Sektor Transportasi Harus Siap Hadapi Disrupsi
Menhub Budi Karya Sumadi saat mengikuti Rakor Kebencanaan yang diselenggarakan BNPB, Kamis (4/3/2021). (Istimewa)

AKURAT.CO Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi harus siap menghadapi disrupsi akibat dari perkembangan zaman dan teknologi informasi. Sebab, sektor transportasi merupakan sektor kritikal pendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Transportasi sebagai tulang punggung dari proses pergerakan orang maupun barang dan memiliki peran sebagai pembuka keterisolasian wilayah. Untuk itu dibutuhkan SDM transportasi yang terampil, handal dan siap dengan segala tantangan yang dihadapi,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

Menhub menjelaskan, Indonesia sudah masuk ke era globalisasi yang ditandai dengan modernisasi di segala bidang. Salah satunya adalah era disrupsi yang tidak bisa dihindari.

Untuk itu, Menhub berpesan kepada insan transportasi untuk tidak menjadikan disrupsi menjadi sebuah ancaman, melainkan sebagai peluang terhadap praktek manajemen sumber daya manusia modern agar mencapai kinerja terbaik, dan meningkatkan sebuah organisasi menjadi lebih efisien, efektif dan kompetitif.

“Disrupsi yang terjadi ini justru menjadi peluang bagi kita untuk mengembangkan SDM yang berkualitas dan harus cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sehingga dibutuhkan keberanian, serta dukungan dan kesiapan semua pihak dalam penyediaan teknologi yang tepat, yang harus dilakukan dengan segera,” ujar Menhub.

Menhub mencontohkan, salah satu contoh implikasi era disrupsi pada sektor transportasi saat ini adalah lahirnya transportasi berbasis aplikasi online. Moda transportasi daring/online (angkutan sewa khusus atau ojol) telah melakukan disrupsi terhadap moda transportasi eksisting yaitu taksi konvensional dan ojek pangkalan, dengan cara menawarkan proses pemesanan dan pembayaran yang lebih praktis, biaya lebih murah melalui gawai (handphone).

Hal tersebut sekaligus menciptakan pasar baru dan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Sekaligus juga merupakan salah satu inovasi yang dianggap sebagai tantangan dalam menghadapi era disrupsi dalam sektor transportasi. []