News

Mengkhawatirkan, Kasus COVID-19 Skala Nasional Tembus 12.900

Tren buruk peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19 di dalam negeri terus berlanjut.


Mengkhawatirkan, Kasus COVID-19 Skala Nasional Tembus 12.900
Kasus Covid-19 dalam angka

AKURAT.CO, Tren buruk peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19 di dalam negeri terus berlanjut.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, per hari ini, Jumat (18/6/2021) pukul 12.00 WIB siang, jumlah orang yang terpapar virus bertambah sebanyak 12.900 orang. Sehingga jumlah total orang yang tertular virus itu mencapai 1.963.266 orang. Itu artinya, transmisi atau penularan virus dari orang ke orang lain di masyarakat masih tinggi. 

Mobilitas yang tinggi dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes) membuka peluang transmisi virus yang tak terkendali. Hal itu berjalan linier dengan tingginya angka kasus COVID-19. 

Peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19 itu juga sejalan dengan angka kematian akibat tak tertolong selama perawatan. Hingga Jumat siang tadi, angka kematian juga bertambah sebanyak 290 orang. Sehingga total angka kematian akibat COVID-19 menjadi 54.043 orang. 

Meski begitu, di tengah meningkatnya jumlah kasus, tetap terselip kabar baik. Sebab, jumlah orang yang sembuh dari virus itu juga mengalami peningkatan. Hingga siang tadi, jumlah orang sembuh bertambah 7.907 orang. Sehingga total jumlah orang sembuh hingga hari ini mencapai 1.779.127 orang. 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hari ini meluncurkan Dashboard COVID-19.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes, Widyawati menjelaskan, untuk mempermudah akses terhadap perkembangan pandemi COVID-19 sekaligus sebagai bentuk transparansi pemerintah kepada masyarakat, pihaknya telah menyediakan informasi seputar situasi terkini COVID-19 di Indonesia yang dapat diakses melalui https://vaksin.kemkes.go.id/#/scprovinsi

"Data yang dirilis meliputi data Tingkat Transmisi Komunitas yang terdiri dari Kasus Konfirmasi, Rawat Inap di RS, dan Kematian serta Kapasitas Respon yang terdiri dari Positivity Rate, Tracing, dan Keterisian Tempat Tidur (Bed Occupacy Ratio)," katanya dalam keterangannya hari ini.[]