News

Mengira Granat sebagai Mainan, Tiga Bocah Pakistan Tewas Kena Ledakan

Polisi mengaku masih mendalami kasus dan mencari tahu siapa yang telah meninggalkan granat di lingkungan tersebut


Mengira Granat sebagai Mainan, Tiga Bocah Pakistan Tewas Kena Ledakan
Foto ini menunjukkan situasi ledakan yang terjadi di Quetta pada Kamis (3/6). ( DawnNewsTV)

AKURAT.CO, Tiga bocah di Pakistan tewas, dan dua anak lainnya terluka usai mengira granat tangan sebagai mainan. 

Dilaporkan WION News hingga AP, insiden nahas yang menimpa para bocah Pakistan itu terjadi pada Kamis (3/6) di daerah pemukiman Akhrot Abad di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa pemilik granat tersebut. Polisi juga mengaku masih mendalami kasus dan mencari tahu siapa yang telah meninggalkan granat di lingkungan tersebut.

Sementara diketahui, Balochistan adalah sarang bagi pemberontakan para kelompok separatis yang ingin merdeka dari pemerintahan pusat Islamabad. Dalam aksinya itu, mereka pun dilaporkan kerap menargetkan pasukan keamanan dengan bom. Selain kelompok separatis, Balochistan juga dikenal sebagai tempat bernaungnya kelompok ekstremis Taliban Pakistan dan Negara Islam.

Identitas kelima anak yang jadi korban juga belum diungkap oleh pihak berwenang. Namun, menurut seorang pejabat senior polisi, kasus itu bermula saat dua orang korban yang berusia 10 dan 14 tahun menemukan granat di area kuburan Javed Qamar.

"Granat itu meledak saat mereka bermain dengannya," kata sumber pejabat polisi sambil menambahkan bahwa dua anak lain mengalami kondisi luka serius.

Juru bicara pemerintah Balochistan, Liaquat Shahwani membenarkan laporan tersebut. Shahwani juga menambahkan bagaimana saat itu, anak-anak tersebut mengira granat sebagai mainan. Setelahnya, granat meledak tepat saat kelima anak tersebut bermain. Akibatnya, tiga anak langsung meninggal di tempat. Sedangkan dua lainnya luka-luka seperti dikonfirmasi oleh juru bicara Departemen Penanggulangan Terorisme Pakistan (CTD).

Jenazah dan korban luka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kompleks Medis Bolan. Sementara, petugas keamanan menutup lokasi saat mereka melakukan penyelidikan atas ledakan tersebut.

Insiden itu terjadi 10 hari setelah ledakan di Jalan Qambrani Quetta yang menyebabkan lima orang terluka. Seorang petugas keamanan juga termasuk di antara yang terluka.

Polisi mengatakan ledakan itu disebabkan oleh alat peledak improvisasi (IED) yang ditanam di sisi jalan, seperti diwartakan Dawn. 

Kemudian pada April lalu, sebuah bom meledak di tempat parkir Hotel Serena di Quetta. Insiden ini pun akhirnya menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 12 lainnya.[]