Ekonomi

Mengintip Strategi Bisnis Rumah Kaos Indonesia Tumbuh di Masa Pandemi

Rumah Kaos Indonesia adalah salah satu UKM fashion yang justru tumbuh di tengah pandemi Covid-19


Mengintip Strategi Bisnis Rumah Kaos Indonesia Tumbuh di Masa Pandemi
Fatimatuzzahra, pemilik Rumah Kaos Indonesia saat live di Instagram Akurat.co, Rabu (24/11/2021 (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Sektor ekonomi kecil dan menengah paling terkena dampak pandemi, dan menjalar ke  lingkup rumah tangga. Meskipun begitu ide bisnis kreatif tetap bermunculan di masa pandemi. Keterbatasan ruang gerak dan munculnya berbagai kebiasaan baru, justru melahirkan inovasi dan peluang usaha baru. 

Seperti halnya Wildan Fatimatuzzahrah, pemilik brand fashion Rumah Kaos Indonesia. Menurutnya, pandemi memang membuat semua aktivitas terhambat, meski begitu bisnis kreatif yang dijalaninya justru mengalami kenaikan.

"Memang yang namanya pandemi membuat seluruh gerak perekonomian sedikit terhambat, sehingga membutuhkan berbagai terobosan dan inovasi agar produk yang kita sediakan itu bisa tetap bertahan," ungkap Fatimah dalam acara talk show UMKM Live Instagram Akurat.co bersama Rumah Kaos Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Inovasi, lanjutnya, menjadi salah satu kunci bagi pengusaha untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Hal yang membedakan produknya dengan produk lain terletak pada kreativitas. Rumah Kaos Indonesia lebih menekankan pada produk  yang custom atau memenuhi keinginan konsumen. 

"Bagi para konsumen yang ingin memesan, tinggal chat admin (medsos) kita lalu tentuin ingin pakai style dan tulisan apa jika sudah pasti tinggal kita desain, nah kalau desain tadi udah di-acc baru kita siapkan bahan yang sesuai dengan keinginan mereka. Baru diproduksi," paparnya. 

Berbicara mengenai segmentasi pasar, menurut Fatima, saat ini bisnisnya lebih menyasar generasi millenial, sebab segmen ini unik dengan beragam   permintaan. Contohnya, ada konsumen yang meminta baju bertemakan pasangan.

"Biasanya mereka minta custom produk untuk memberikan hadiah kepada pasangannya, jadi kaya bucin-bucin gitu. Menurut kami tulisan-tulisan custom tersebut jadi media aktualisasi diri atau mengexpresikan diri mereka," ucapnya sambil tertawa. 

Mengenai strategi marketing, awalnya Fatima  lebih banyak menjual seragam-seragam sekolah. Namun sejak pandemi dan sekolah ditutup hampir 2 tahun ini,  produksi baju sekolah dihentikan.

"Sebagai pengusaha kita pun dituntut untuk memutar otak. Akhirnya kita mulai memproduksi masker waktu awal pandemi, kemudian yang kedua saya menawarkan ke klinik bersalin buat jual kaos baby gitu, jadi kita cari market yang jarang disentuh usaha lainnya," tuturnya.