News

Mengenaskan! Gajah-gajah Sri Lanka Makan Sampah Plastik, Ratusan Ekor Mati

Gambar serta rekaman video memperlihatkan bagaimana gajah-gajah Sri Lanka sampai mengais-ngais tumpukan sampah hanya untuk mendapatkan makanan.


Mengenaskan! Gajah-gajah Sri Lanka Makan Sampah Plastik, Ratusan Ekor Mati
Foto gajah-gajah yang mengais-ngais mencari sisa makanan di TPA Sri Lanka. (ABC News)

AKURAT.CO, Gambar hingga video kawanan gajah liar di Kota Ampara, Sri Lanka timur membuat terenyuh warga dunia dan para pencinta lingkungan. Pasalnya, gambar serta rekaman video memperlihatkan bagaimana gajah-gajah itu sampai mengais-ngais tumpukan sampah hanya untuk mendapatkan makanan.

Mengobrak-abrik gundukan sampah, gajah-gajah itu pun tampak berusaha mencari potongan sayur layu untuk dilahap. Namun, hewan-hewan itu pastinya tidak menyadari bahwa plastik yang ikut mereka kunyah bisa membunuh mereka.

Mirisnya, sebagaimana diwartakan ABC News, pemandangan itu justru telah menjadi hal yang umum setidaknya di tiga tempat pembuangan akhir (TPA) terbesar di Sri Lanka. Terlebih, ketiga TPA itu ternyata berdekatan di sebelah zona perlindungan satwa liar.

Sementara itu, TPA Ampara diketahui sudah berdiri sejak sekitar satu dekade lalu. Namun, pada saat pembangunan, TPA Ampara ditempatkan di dekat zona satwa liar.

Tidak diketahui secara pasti mengapa pemerintah membangun TPA di dekat zona satwa liar. Padahal, zona tersebut adalah rumah bagi sekitar 300 ekor gajah.

Alhasil, meski ada pagar listrik mengelilingi TPA, bau sisa-sisa makanan dari sampah akhirnya tetap sukses menarik kawanan gajah. Akhirnya, gajah-gajah gajah yang lapar saban hari keluar dari hutan dan menuju TPA untuk mengais sayuran.

Menanggapi persoalan ini, pemerintah Sri Lanka mengaku sudah berupaya melindungi gajah dan satwa liar lainnya dengan aktif melarang banyak produk impor plastik.

Namun, hal itu dirasa tidak cukup. Penduduk setempat bahkan mengaku skeptis dengan rencana pemerintah menangani gajah.

Terlebih, alih-alih melarang keras konversi hutan, pemerintah justru sibuk menggali parit di sekitar salah satu TPA. Adapun tujuan pemerintah adalah untuk mencegah kawanan gajah masuk sekaligus mengurangi konflik antara gajah dan penduduk desa.

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu