Lifestyle

Mengenalkan Teknik Eco Dye pada Tekstil melalui Pameran Kriya Nusa 2022

Mengenalkan Teknik Eco Dye pada Tekstil melalui Pameran Kriya Nusa 2022
Salah satu peserta dari Dekranasda DKI Jakarta, Eva mengatakan, adanya pameran Kriyanusa 2022 memberikan kesempatan bagi dirinya untuk mengenalkan teknik Ecodye pada tekstil kepada pengunjung. (FOTO/Dok. Pribadi)

AKURAT.CO, Sebanyak 216 peserta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di 34 Provinsi mengikuti Pameran Kriyanusa 2022. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dekranas di Hall A Balai Sidang Jakarta Covention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Pameran berlangsung dari tanggal 21-25 September 2022.

Salah satu peserta dari Dekranasda DKI Jakarta, Eva mengatakan, adanya pameran Kriyanusa 2022 memberikan kesempatan bagi dirinya untuk mengenalkan teknik Ecodye pada tekstil kepada pengunjung. Pemilik "AdelaEcodye" ini menggeluti bidang fashion dengan teknik Ecodye sejak tahun 2018.

Saat itu, dirinya mengaku jenuh dengan banyaknya pakaian yang menggunakan bahan-bahan kimia. Sebab menurutnya, adanya bahan tersebut dapat merusak lingkungan sekitar.

baca juga:

“Saya dari tahun 2018 memulai jadi Jakpreneur. Selain bisnis, saya juga berbagi ilmu tentang ecodye ini. Saya ingin mengedukasi masyarakat bahwa dengan pewarna alami, otomatis kita bantu menjaga lingkungan," kata Eva saat berada di boothnya A3 Hall A Balai Sidang JCC, Senayan, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Ia melanjutkan, berbagai macam tumbuhan dapat menghasilkan warna-warna alami. Seperti warna biru yang dihasilkan dari tanaman indigofera. Apabila ia menginginkan warna biru yang pekat, dirinya akan merendam kain putih sekitar 20 kali selama kurang lebih 10 hari untuk menghasilkan warna biru yang pekat.

"Pertama, kain-kain putih ini saya cuci terlebih dahulu agar terbebas dari bahan-bahan kimia. Setelah itu kita rebus selama satu jam, kita keringkan satu hari satu malam. Baru kita bisa melakukan proses ecodye itu. Proses dari kain putih sampai jadi kira-kira sekitar 10 hari," lanjutnya.

Menurutnya dengan adanya pameran ini, selain meningkatkan pendapatan ekonomi. Dirinya juga dapat memberikan edukasi tentang teknik Ecodye kepada pengunjung. Kain-kain yang ia jual juga bervariasi, antara Rp250 ribu hingga Rp3,5 juta.

Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi, Diah Erwiany Trisnamurti atau kerap disapa Hetty Andika Perkasa mengatakan, pameran Kriyanusa 2022 ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempromosikan produk-produk kerajinan sehingga semakin dikenal oleh masyarakat. Pada akhirnya, ini dapat mendongkrak ekonomi masyarakat Indonesia.

"Semoga pameran ini dapat memajukan pengrajin-pengrajin di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia," tandas Hetty. []