Lifestyle

Mengenali Penyebab Pernikahan Tanpa Seks dan Cara Mengatasinya

Sexless marriage atau relationship dapat menyebabkan tekanan emosional, rasa tidak aman, atau ketidakpuasan dengan hubungan secara keseluruhan


Mengenali Penyebab Pernikahan Tanpa Seks dan Cara Mengatasinya
Ilsutrasi - Mengenal penyebab pernikahan tanpa seks dan cara mengatasinya (Freepik)

AKURAT.CO Sexless marriage atau sexless relationship adalah hubungan di mana ada sedikit atau tidak ada aktivitas seksual yang terjadi antara pasangan. Ini dapat menyebabkan tekanan emosional, rasa tidak aman, atau ketidakpuasan dengan hubungan secara keseluruhan.

“Banyak pasangan, dengan polosnya, mencoba meminimalkan masalah atau mengabaikan masalah karena mereka tidak tahu bagaimana menanganinya atau merasa malu,” kata Dr. Dana McNeil, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, dikutip AKURAT.CO, Sabtu (25/6/2022).

Ada sejumlah alasan mengapa pasangan berhenti berhubungan seks secara teratur, dan setiap situasi berbeda. Menurut McNeil, alasan paling umum adalah kelelahan dari rutinitas harian.

baca juga:

Perselingkuhan atau pengkhianatan besar, kebencian, hingga konflik yang belum terselesaikan juga dapat menyebabkan kurangnya seks dan keintiman. Bahkan hal-hal kecil seperti meletakkan pakaian sembarangan, jika dibiarkan tidak tertangani dapat memburuk hingga kamu atau pasangan mungkin kehilangan minat untuk berhubungan seks. 

Kondisi fisik juga bisa menjadi faktor sexless relationship. Ya, kondisi kesehatan seperti disfungsi ereksi, atau obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kehidupan seks secara negatif. Misalnya, jika pasangan mengalami depresi atau minum obat antidepresan, itu mungkin menyebabkan penurunan libido.

Sexless marriage atau sexless relationship tidak membahayakan kesehatan hubungan secara keseluruhan. Apabila salah satu atau kedua orang tidak bahagia dengan kehidupan seksnya, hal itu dapat menyebabkan perasaan negatif dan merusak hubungan. 

Jika kamu dan pasangan ingin memperbaiki hal ini, penting untuk terlebih dahulu memahami perasaan masing-masing terkait hal ini. 

Menurut terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Lesli Doares, kamu harus dapat mengidentifikasi keyakinan dan harapan seputar seks, dan peran yang diinginkan dalam hubungan tersebut.

Mulailah dengan melakukan refleksi diri. Ajukan pertanyaan pada diri sendiri seperti: “Mengapa kita tidak berhubungan seks? Apakah kita terlalu sibuk, atau adakah penyebab yang mendasarinya? Bagaimana perasaanmu tentang pasangan sekarang? Seberapa penting seks bagi kamu? Apakah kurangnya seks adalah sesuatu yang benar-benar bisa saya jalani?”

Setelah melakukannya, kamu dapat melakukan percakapan yang terbuka dan jujur ​​dengan pasangan tentang sexless relationship. Namun, penting untuk tidak menyalahkan pasangan terkait hal tersebut.

Sekedar informasi, tidak ada ukuran pasti terkait apa yang dianggap sebagai sexless relationship, karena setiap orang memiliki harapan dan keinginan yang berbeda untuk seks.

Namun, menurut terapis seks bersertifikat American Association of Sexuality Educators, Counselors and Therapists (AASECT) Jessa Zimmerman, berhubungan seks 10 kali setahun atau kurang biasanya dianggap sebagai sexless relationship.[]