Tech

Mengenal VCM, Teknologi Ramah Lingkungan di Bidang Konstruksi

Pertama kali diterapkan pada pembangunan Tol Palembang - Indralaya.


Mengenal VCM, Teknologi Ramah Lingkungan di Bidang Konstruksi
Ilustrasi pembangunan jalan tol. (bpjt.pu.go.id)

AKURAT.CO Pembangunan jalan tol di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1975. Tiga tahun kemudian, tepatnya tahun 1978 jalan tol Jagorawi sepanjang 59 km yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi mulai dioperasikan. Setelah itu, pada tahun 1995-1997 dilakukan upaya percepatan pembangunan jalan tol melalui tender 19 ruas jalan tol sepanjang 762 km. 

Akibat adanya krisis moneter pada Juli 1997, proses pembangunan jalan tersebut akhirnya ditunda. Dampaknya, pembangunan jalan tol di Indonesia mengalami stagnansi. Dari periode 1997-2001 Indonesia hanya bisa membangun 13,30 km jalan tol. 

Pada tahun 2002, pemerintah akhirnya mengeluarkan Keputusan Presiden No. 15/2002 tentang penerusan proyek-proyek infrastruktur. Pembangunan jalan tol kembali dilakukan. Bahkan pada tahun 2005, proses pembangunan jalan tol kembali memasuki fase percepatan. Hingga kini, pembangunan jalan tol kian gencar dilakukan. 

Selain karena krisis moneter, proses pelaksanaan pembangunan jalan tol juga diseringkali dihadapkan dengan berbagai kendala di lapangan. Misalnya, karena kondisi topografi yang sulit dijangkau hingga kendala pada permukaan tanah yang akhirnya menyebabkan proses konstruksi terhambat.

Sebagai solusi untuk mengatasi kendala tersebut, maka ditetapkanlah teknologi teknologi konstruksi untuk mempermudah dan mempercepat proses konstruksi di lapangan.

Melansir laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), salah satu teknologi yang diterapkan dalam proses pembangunan jalan tol, yaitu  Vacuum Consolidation Method (VCM). Teknologi ini merupakan terobosan baru dalam pembangunan konstruksi Jalan Tol di Indonesia. Pemanfaatan teknologi ini sukses diterapkan pertama kali pada proses pembangunan Jalan Tol Palembang - Indralaya.

Selain dapat mempercepat proses pembangunan, VCM juga merupakan perangkat teknologi yang ramah lingkungan karena perbaikan tanah yang dikontrol bersifat mekanis tanpa penggunaan bahan-bahan kimia. Teknologi ini pun dapat meminimalisir sumber daya dan penggunaan alat berat di lapangan. 

Tidak hanya itu, Teknologi VCM juga memiliki manfaat dalam mengurangi kadar air maupun kadar udara dalam tanah. Pada saat digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Palembang - Indralaya, didominasi dengan pembangunan jalan di atas tanah rawa. Di mana medan di sana terbilang berat, sehingga membutuhkan metode konstruksi khusus. 

Kehadiran teknologi VCM ini juga dimanfaatkan untuk mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak. Caranya dengan melakukan pemompaan vakum pada tanah yang dimaksudkan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara pada butiran tanah, sehingga dapat mempercepat penurunan jangka panjang dan perbedaan penurunan.

Dengan menggunakan teknologi VCM, maka dapat dilakukan percepatan pembangunan 4 bulan, dibandingkan dengan metode konvensional. Hal ini karena selama proses pembangunan berlangsung bisa juga melakukan overlap dengan pekerjaan lain, sehingga jadwal konstruksi secara keseluruhan dapat dipersingkat. Bisa dikatakan, teknologi VCM memiliki gangguan yang rendah terhadap kegiatan pekerjaan lainnya.