Lifestyle

Mengenal Upacara Adat Keduk Beji di Ngawi

Upacara Adat Keduk Beji adalah upacara adat yang dilakukan untuk membersihkan sendang (danau) di desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi


Mengenal Upacara Adat Keduk Beji di Ngawi
Suasana Upacara Adat Keduk Beji (Instagram/widodopriyo027)

AKURAT.CO, Upacara Adat dari Jawa Timur jumlahnya banyak dan beragam, salah satunya Upacara Adat Keduk Beji. 

Upacara Adat Keduk Beji adalah upacara adat yang dilakukan untuk membersihkan sendang (danau) di desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. 

Keduk Beji diambil dari dua kata, yaitu Keduk dan Beji. Keduk berarti membersihkan. Sedangkan Beji adalah nama tempat yang dibersihkan. 

Sendang Beji dipercaya oleh masyarakat desa Tawun sebagai tempat yang sakral. Sebab, sumber air dari sendang beji ini digunakan untuk mengairi lahan pertanian dan menyuplai air pemandian di tempat wisata Tawun.

Di samping Sendang Beji terdapat makam leluhur dari desa Tawun. Menurut kepercayaan masyarakat, Sendang Beji menyimpan kekuatan mistis, sehingga tempat ini harus dikeramatkan. Oleh karena itu, masyarakat mengadakan upacara penghormatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan melalui upacar keduk beji. 

Upacara adat keduk beji berlangsung selama lima hari, sejak hari Kamis Kliwon hingga Selasa Kliwon.  Pada hari Kamis, masyarakat akan mengadakan upacara selamatan panggang tumpeng di kediaman para keturunan asli Tawun. 

Hari Jumat Legi seluruh masyarakat dari empat padukuhan berkumpul di Sarehan Sentono untuk melakukan selamatan bersama. Hari selanjutnya, yaitu Sabtu Pahing akan diadakan acara Gugur Gunung, bergotong royong membersihkan lingkungan desa. Minggu Pon warga masyarakat beristirahat dan tidak ada acara apapun.

Acara diadakan kembali pada hari Senin Wage dengan membuat gunungan di halaman Sumber Air Sendang Beji. Selain itu,  juga memasang hiasan janur di pendopo Sumber Air Sendang Beji dan melakukan mandi bersama warga dan Kepala Desa, yang dimulai pukul 17.00 WIB. 

Pada hari Selasa Kliwon, pukul 05.00 dini hari warga mengadakan selamatan dengan menyembelih kambing.  Puncak acara terjadi pada pukul 09.00 WIB, masyarakat melaksanakan bersih desa di wilayah sekitar Sendang Beji.

Pembersihan Sendang Beji dilakukan oleh seluruh warga yang mengikuti acara tersebut. Adapun ritual yang dilakukan dalam Upacara Adat Keduk Beji ini adalah mandi lumpur, penyilepan, dan pemberian sesaji. 

Ritual mandi lumpur dilakukan oleh seluruh pemuda, sambil membersihkan setiap sudut sendang tersebut. Pada pukul 24.00 WIB, barulah diadakan ritual penyilepan atau menyelam. Orang yang dipilih untuk melakukan ritual ini adalah Juru Kunci atau keturunan asli sesepuh desa.

Juru kunci tersebut mengenakan pakaian kebesaran, dilumuri bedak, dan diberi penanda janur pada lengan dan kepala. Selanjutnya, Juru Kunci membakar dupa dan menyelam selama beberapa menit di dalam Sumber Air Sendang Beji. 

Dia menyelam sambil memasukkan sesaji berupa air tape ketan ke dalam kendi kecil, yang berada di pusat sumber di dalam sebuah gua. 

Makna dan filosofi dari ritual-ritual ini yaitu sebagai wujud ungkapan syukur atas berkah yang sudah diberikan, melalui sumber air tersebut.