Lifestyle

Makan Bareng di Sawah! Gembiranya Wiwitan, Tradisi Syukuran Sebelum Panen Tiba

Di Pulau Jawa, para petani selalu menyelenggarakan tradisi wiwitan jelang masa panen tiba. Tradisi ini digelar sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur


Makan Bareng di Sawah! Gembiranya Wiwitan, Tradisi Syukuran Sebelum Panen Tiba
Suasana wiwitan di Desa Bangun Jiwo, Bantul, Yogyakarta (bangunjiwo-bantul.desa.id)

AKURAT.CO, Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya, termasuk upacara adat.  

Di Pulau Jawa, para petani selalu menyelenggarakan tradisi wiwitan jelang masa panen tiba. Tradisi ini digelar sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi sebagai 'sedulur sikepi' dan Dewi Sri (Dewi Padi), yang dipercaya telah melimpahkan rezeki kepada para petani.

Wiwitan merupakan bentuk keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Tuhan menciptakan alam semesta dan menganugerahkannya kepada manusia. 

Untuk itu, manusia bertugas untuk mengelolanya dengan baik. Sebagai ungkapan syukur, manusia mengembalikansebagian nikmat yang telah diberikan dengan tasyakuran.  

Tradisi wiwitan biasa digelar di areal persawahan yang sudah siap panen dengan dipimpin tetua di kampung tersebut, yang biasa disebut 'Mbah Kaum'. 

Wiwitan sendiri berasal dari kata wiwit yang dalam bahasa Jawa berarti mulai. Karena itu, upacara ini merupakan simbol waktu memulai panen padi, yang diawali dengan aksi potong padi yang dilakukan oleh Mbah Kaum. 

Sebelum memotongan padi dan menyantap bersama hidangan uborampe, para petani berkumpul untuk berkarnaval menuju area persawahan. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa uborampe (perlengkapan), seperti ingkung ayam, jajan pasar dan tumpeng.

Orang tertua atau Mbah Kaum kemudian memulai prosesi dengan berdoa, lalu dilanjutkan memotong sebagian padi sebagai tanda padi sudah siap dipanen. 

Namun sebelum Mbah Kaum datang, petani sudah menyiapkan peralatan yang dipakai untuk tradisi wiwitan seperti kendil yang berisi air, ani-ani (alat untuk memotong padi), bunga mawar, menyan serta kain jarik untuk membungkus hasil padi yang sudah dipetik Mbah Kaum.

Setelah ritual selesai dilakukan, biasanya petani membagikan hidangan uborampe yang sudah disiapkan kepada warga sekitar. Makanan yang disajikan yaitu nasi gurih, ayam kampung, sayur nangka, krupuk, tahu tempe, teri, peyek serta jajan kecil, telur, thonto dan biasanya dibungkus dengan daun pisang atau daun jati.

Tak hanya petani, setiap warga boleh mengikuti tradisi wiwitan tersebut tanpa terkecuali dan memakan makanan yang sudah disiapkan itu bersama-sama. Karena itu, tradisi upacara adat wiwitan juga merupakan wujud menjalin hubungan silaturahmi warga yang satu dengan yang lain.

Kamu bisa menyaksikan acara ini saat liburan ke Jawa, khususnya Jawa Tengah, saat musim panen tiba.[]