Lifestyle

Sedekah Laut, Cara Masyarakat Kepulauan Seribu Menghormati Laut

Selain keindahan alam dan bawah lautnya, Kepulauan Seribu memiliki tradisi sedekah laut, yang rutin dilakukan oleh para nelayan.


Sedekah Laut, Cara Masyarakat Kepulauan Seribu Menghormati Laut
Pulau Sabira yang berada di Kepulauan Seribu (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Keindahan alam maupun bawah laut Kepulauan Seribu memang tak perlu diragukan lagi. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara menghabiskan liburan di Pulau Seribu untuk menyaksikan pesona terumbu karang dan ikan-ikan yang menarik.

Ada lima spot snorkeling terbaik yang bisa kamu temukan di Kepulauan Seribu, di antarnya Pulau Tidung, Semak Daun, Sepa, macan dan Pari. 

Meskipun banyak wisatawan yang berlibur, mereka umumnya tidak mengetahui tradisi masyarakat di Kepulauan Seribu. Salah satu tradisi yang populer adalah sedekah laut. 

Konon, tradisi sedekah laut ini sudah dilakukan sejak para nelayan bermukim di Pulau Kelapa Dua pada tahun 1983. Menyadari kehidupannya bersumber dan berdampingan dengan laut, para nelayan tersebut pun melakukan sedekah laut.

Tradisi sedekah laut dimaknai sebagai syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang selama ini diberikan. Selain sebagai ucapan syukur, tardisi ini juga menjadi bentuk doa dan harapan agar masyarakat di Kepulauan Seribu selalu sejahtera, dan tidak ada bencana.

Tradisi sedekah laut dimulai dengan pembacaan doa di dermaga, lalu para nelayan akan berlayar ke tengah laut dan menghanyutkan beberapa jenis makanan yang sudah disiapkan. Selain menganyutkan makanan, tradisi syukuran laut ini juga dimeriahkan dengan aksi saling siram antar kapal. 

Hal menarik lainnya adalah parade kapal nelayan. Beberapa hari sebelumnya, para nelayan telah antusias menghiasi kapal mereka dengan beragam hiasan, mulai dari kertas warna-warni, kain panjang bercorak batik, hingga makanan-makanan yang sering dibawa saat menangkap ikan. Tradisi ini tidak hanya digelar di laut. Sejumlah kegiatan juga digelar di pesisir pantai, termasuk pertunjukan seni budaya. 

Adapun wisata ke Kepulauan Seribu telah dibuka kembali pasca ditutup akibat pandemi Covid-19. Menurut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Seribu wisatawan yang berkunjung akan dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas.

Anak-anak usia dibaah 12 juga sudah bisa masuk, asalkan dengan pengawasan orangtua yang sudah divaksinasi, minimal dosis pertama. Wisatawan juga harus mematuhi protokol kesehatan.[]