Lifestyle

Di Kalimantan Barat, Ada Tari Penolak Penyakit

Tari daerah atau tradisonal sangat beragam. Salah satunya tari monong yang berasal dari Suku Dayak, Kalimantan Barat.


Di Kalimantan Barat, Ada Tari Penolak Penyakit
Potret penari dari tari monong (Instagram / webornindonesia)

AKURAT.CO, Tari termasuk salah satu unsur kebudayaan. Seseorang dapat mengekspresikan jiwanya melalui tarian.

Di Indonesia, tari daerah atau tari tradisonal sangat beragam. Salah satunya tari monong yang berasal dari Suku Dayak di Kalimantan Barat. 

Dalam buku 'Ayo Mengenal Indonesia: Kalimantan I' (2010) oleh N Arie Any, tari monong adalah tari penolak penyakit, agar si penderita dapat sembuh kembali. Tari ini ditarikan dalam keadaan trance atau di bawah alam sadar oleh seorang dukun.

Tarian ini juga diikuti oleh anggota keluarga dari yang sakit dan dipimpin oleh seorang dukun, dengan cara membaca mantra yang ditujukan kepada Sang Pencipta agar si penderita dapat sembuh, sembari diiringi dengan sape. 

Sape merupakan alat musik khas yang digunakan pada tari-tarian masyarakat Dayak. Bentuknya sekilas mirip gitar dengan cara memainkannya dengan dipetik.

Setelah pembacaan mantra selesai, dukun yang mendapatkan petunjuk dari sang pencipta dengan cara dalam keadaan tidak sadar, bahkan salah satu anggota keluarga bisa dalam keadaan tidak sadar akan ikut menari bersama dukun sehingga dukun membutuhkan pendamping untuk mengawasi orang yang tiba-tiba tidak sadar itu.

Tak hanya musik, busana pun sangat penting dalam tarian ini. Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, busana tari Monong terdiri dari: 

  • Ikat kepala.
  • Sumping lawe.
  • Kalung kace.
  • Kelat bahu.
  • Jarik lereng.
  • Boro mote.
  • Sabuk.
  • Epek timang.
  • Celana pancen.
  • Sampur cinde.
  • Sebilang pedang.
  • Sebuah tameng.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini tidak hanya digunakan sebagai tarian penyembuhan saja. Akan tetapi, juga sebagai sarana hiburan sebagai pelestarian kesenian tradisional Suku Dayak.

Tentunya dalam transformasi itu, banyak kreasi dan variasi dalam gerakan saat pertunjukannya. Kreasi tersebut dilakukan untuk melestarikan kesenian tradisional Suku Dayak di Kalimantan Barat, agar pertunjukan terlihat menarik namun tetap tidak menghilangkan nilai-nilai di dalamnya. 

Tarian ini sering dipertunjukan pada saat acara adat seperti Bemanang / Balian, penyambutan tamu dan festival budaya.[]