Lifestyle

Tanam Benang dan Efek Sampingnya

Tanam benang dianggap sebagai prosedur berisiko rendah dengan waktu pemulihan minimal. Meski begitu tanam benang juga punya efek samping dan komplikasi


Tanam Benang dan Efek Sampingnya
Mengenal tanam benang dan efek sampingnya (FREEPIK/ Racool_studio)

AKURAT.CO, Tanam benang merupakan perawatan kecantikan yang sudah tidak asing lagi. Menurut jurnal berjudul Long-term effect of the insoluble thread-lifting techniquetanam benang sudah ada sejak era 1990-an.

Tanam benang diklaim dapat mengencangkan kulit dengan memasukkan bahan benang bermutu medis ke bagian wajah yang diinginkan. Misalnya, pada bagian hidung untuk membuatnya tampak lebih mancung. 

"Tanam benang itu memang benar-benar menggunakan benang, yang disuntikan ke bagian kulit dan otot, dimana fungsinya adalah untuk mengencangkan, yang berefek sesuai kebutuhan. Misalnya, bisa mempertinggi hidung, meniruskan wajah, dan lainnya di tempat yang memang dibutuhkan," kata dokter Reisa Broto Asmoro kepada Akurat.co, baru-baru ini. 

Menurut Healthline, benang yang digunakan dalam prosedur ini pada akhirnya akan diserap oleh jaringan di bawah kulit. Inilah yang membuat hasil tanam benang tidak bersifat permanen. Biasanya, hasil tanam benang hanya bertahan satu hingga tiga tahun.

Adapun tanam benang dianggap sebagai prosedur berisiko rendah dengan waktu pemulihan minimal, tetapi efek samping berupa kemerahan, memar, dan pembengkakan memang terjadi.

Meski begitu, ada kemungkinan sekita 15 hingga 20 persen komplikasi, termasuk lesung pipit. Kemungkinan komplikasi kecil dan dapat dengan mudah diperbaiki.

Berikut beberapa komplikasi yang harus diperhatikan: 

  • Reaksi alergi terhadap bahan.
  • Pendarahan akibat prosedur yang menumpuk di belakang kulit.
  • Muncul lesung atau tarikan di tempat benang dimasukkan.
  • Pergerakan benang yang tidak disengaja yang mengakibatkan kulit terlihat menggumpal atau menonjol.
  • Rasa sakit di bawah kulit akibat benang yang terlalu kencang atau tidak terpasang dengan benar.
  • Infeksi pada area tertentu.

Infeksi yang terjadi bisa ditandai dengan keluar cairan berwarna hijau, hitam, cokelat, atau merah di area tindakan, terjadi pembengkakan selama lebih dari 48 jam, sakit kepala terus menerus, dan demam. Jika sudah mengalami gejala ini, segera hubungi dokter, ya. 

Meskipun dinilai sebagai prosedur dengan risiko rendah, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika ingin melakukan tanam benang. Hal ini penting untuk menghindari kompilasi lain yang mungkin terjadi. Selain itu, pastikan pula kamu melakukannya dengan dokter yang sudah terpercaya.[]